Warga Kampung Ambon Resah, Pengemudi Ojol Disebut Kerap Dipukuli karena Dituduh Informan Polisi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Warga Kompleks Permata atau Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku resah dengan dugaan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan para pengedar narkoba terhadap pendatang. Pengemudi ojek online (ojol) disebut menjadi salah satu sasaran karena dicurigai sebagai informan polisi.
Seorang warga setempat bernama Angga mengatakan, seorang pengemudi ojol pernah dipukuli ketika mengantarkan pesanan di kawasan tersebut. Korban diduga dituduh sebagai cepu, istilah yang digunakan untuk menyebut informan aparat.
"Dia datang mau antar pesanan, terus paketnya sempat jatuh. Nah kan ada (diduga bandar narkoba) di situ, dipukul di situ," kata Angga saat ditemui di Kampung Ambon, Selasa.
Menurut Angga, insiden tersebut sempat memicu keributan. Situasi kemudian mereda setelah pemilik pesanan keluar untuk mengambil barang yang diantarkan pengemudi ojol tersebut.
"Terus enggak lama yang punya paket keluar, akhirnya ya udah," ujarnya.
Angga menyebut kejadian serupa bukan hal baru di kawasan itu. Warga juga mengeluhkan aktivitas yang mengganggu ketertiban, termasuk kebiasaan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba menyalakan musik dengan volume keras pada malam hari.
Upaya warga untuk menegur mereka disebut kerap berujung pada respons yang intimidatif.
"Warga sini negur ya malah galakan mereka," ungkap Angga.
Puluhan Lapak Narkoba Dibongkar Petugas Gabungan
Di tengah keluhan warga, petugas gabungan membongkar puluhan lapak yang diduga digunakan untuk transaksi dan konsumsi narkoba di Kampung Ambon, Selasa.
Berdasarkan pantauan ANTARA, lapak-lapak tersebut berdiri di sepanjang bantaran kali di Jalan Kristal Ujung, RT 15 RW 007, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Ratusan personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Barat terlibat dalam pembongkaran. Petugas awalnya merobohkan lapak secara manual menggunakan kayu, kemudian mengumpulkan puing-puing bangunan di satu tempat.
Proses pembongkaran dilanjutkan menggunakan alat berat jenis beko yang dioperasikan petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat. Sekitar pukul 13.20 WIB, alat berat tersebut terlihat meratakan sekitar 30 lapak di sepanjang bantaran kali.
Pembongkaran menyisakan tumpukan sampah di belakang deretan lapak yang sebelumnya berdiri di kawasan tersebut. Kedatangan alat berat juga disambut sorakan warga dan anak-anak yang sejak pagi mengamati proses penertiban dari sekitar lokasi.
Dalam kegiatan itu, petugas turut menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Barang-barang tersebut antara lain bong, plastik klip sabu, korek api, dan sejumlah benda lainnya.
Pembongkaran puluhan lapak tersebut menjadi bagian dari penertiban kawasan yang diduga menjadi lokasi transaksi dan konsumsi narkoba. Sementara itu, keluhan warga mengenai dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap pendatang turut menggambarkan persoalan keamanan dan ketertiban yang mereka hadapi di lingkungan Kampung Ambon.