Visa Atlet Ditolak di Indonesia, Israel Ajukan Banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga

Genvoice.id | 13 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Israel kembali merembet ke dunia olahraga. Pemerintah Indonesia menolak memberikan visa bagi enam atlet senam asal Israel yang dijadwalkan tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. Penolakan tersebut memicu langkah hukum dari pihak Israel yang kini resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS).

Langkah banding ini diajukan oleh Federasi Senam Israel setelah menerima konfirmasi penolakan visa dari otoritas Indonesia pada 9 Oktober 2025. Mereka menilai keputusan tersebut melanggar prinsip netralitas olahraga dan merugikan atlet yang telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk kejuaraan dunia.

Dalam pernyataannya, Federasi Senam Israel menyebut keputusan Indonesia sebagai tindakan diskriminatif yang tidak sesuai dengan semangat kompetisi global. Mereka juga meminta Federasi Senam Internasional (FIG) dan CAS untuk turun tangan agar para atlet tetap bisa tampil di Jakarta.

"Kami percaya olahraga seharusnya menjadi jembatan, bukan alat politik," ujar juru bicara federasi tersebut, seperti yang dikutip dari Reuters pada Senin (13/10).

Salah satu atlet yang terdampak adalah Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Ia bersama lima rekannya gagal mendapatkan visa masuk meski pihak penyelenggara di Jakarta telah menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kebijakan luar negeri yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan sensitivitas publik terhadap isu kehadiran kontingen Israel.

"Kita menghormati olahraga, tetapi keputusan ini juga memperhatikan aspirasi masyarakat Indonesia yang tegas menolak normalisasi dengan Israel," kata Yusril di Jakarta seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (13/10).

Federasi Senam Indonesia (FGI) sebenarnya telah mengajukan surat sponsor visa untuk kontingen Israel, namun permohonan itu kemudian dicabut setelah adanya keputusan pemerintah. FIG sendiri menyatakan keprihatinan atas situasi ini, namun belum mengambil langkah resmi untuk memindahkan lokasi kejuaraan dunia dari Jakarta.

Keputusan Indonesia menolak visa ini memunculkan sejumlah konsekuensi. FIG berpotensi meninjau kembali status tuan rumah Indonesia jika dianggap melanggar aturan federasi internasional tentang akses atlet. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda kejuaraan akan dipindahkan dari Jakarta.