Trump Bersama Al-sisi Pimpin Konpresni Akhiri Perang di Jalur Gaza

Genvoice.id | 13 Oct 2025

ISTAMBUL - Kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir akan menjadi saksi Konprensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian internasional yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, Senin (13/10).

KTT tersebut bertujuan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah, dan mengawali fase baru keamanan dan stabilitas regional.

Dalam pernyataan kepresidenan disebutkan bahwa KTT tersebut akan mempertemukan para pemimpin lebih dari 20 negara. KTT juga dilaksanakan sejalan dengan visi Presiden AS, Donald Trump untuk mencapai perdamaian di kawasan dan upayanya yang gigih untuk mengakhiri konflik di seluruh dunia.

Trump pada Rabu lalu mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui fase pertama dari rencana 20 poin yang ia susun pada 29 September untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.

Tahap pertama mencakup pembebasan semua tawanan Israel yang ditahan di Gaza dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh Jalur Gaza yang mulai berlaku pada Jumat pukul 12.00 siang waktu setempat (09.00 GMT).

Sementara, tahap kedua dari rencana tersebut akan mengatur pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam, serta perlucutan senjata Hamas.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.600 warga Palestina di wilayah kantong tersebut, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan membuat wilayah tersebut tidak layak huni.

Gencatan Senjata

Israel dan Hamas pada Kamis (9/10) diberitakan telah menyepakati kesepakatan gencatan senjata di Gaza untuk membebaskan para sandera yang masih hidup, sebuah langkah besar untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menimbulkan bencana kemanusiaan.

Kesepakatan itu merupakan kelanjutan dari rencana perdamaian 20 poin untuk Gaza yang diumumkan bulan lalu oleh Presiden AS Donald Trump, akan ditandatangani pada hari Kamis di Mesir, dan menyerukan Israel untuk membebaskan ratusan tahanan Palestina.

Berdasarkan kesepakatan itu, akan ada lonjakan bantuan ke Gaza setelah lebih dari dua tahun perang yang dimulai oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Oktober 2023 terhadap Israel.

Tentara Israel mengatakan sedang bersiap untuk menarik kembali pasukan di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Lebih lanjut, rencana Trump juga menyerukan pelucutan senjata Hamas dan agar Gaza diperintah oleh otoritas transisi yang dipimpin oleh presiden AS sendiri, meskipun poin ini belum dibahas.

Sebuah sumber di Hamas mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tersebut akan menukar 20 sandera hidup sekaligus dengan hampir 2.000 tahanan Palestina sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan, dengan pertukaran akan dilakukan dalam waktu 72 jam setelah implementasinya.