Ini Ungkapan Thom Haye Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, Pesannya Mengharukan!

Genvoice.id | 13 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Thom Haye akhirnya angkat bicara setelah Timnas Indonesia gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia 2026.

Gelandang Persib Bandung itu tak kuasa menahan kesedihannya usai Indonesia kalah 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah, Jeddah, Senin (12/10) dini hari WIB.

Selepas pertandingan, Haye terlihat menangis di lapangan. Rekan setimnya, Kevin Diks dan Jay Idzes, tampak berusaha menenangkannya. Beberapa belas jam setelah kekalahan tersebut, pemain berusia 30 tahun itu baru bisa mengungkapkan isi hatinya melalui media sosial.

"Sulit sekali untuk menemukan kata-kata yang tepat di momen ini. Kami sudah berjuang keras mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia. Tapi kali ini bukan waktunya kita dan rasanya sangat sakit," tulis Haye.

Ia menambahkan, meski gagal, dirinya tetap bangga dengan perjuangan tim dan semangat bangsa Indonesia.

"Mungkin rasa sakit ini akan bertahan lama. Namun di balik rasa sakit itu, ada sebuah kebanggaan. Rasa bangga untuk bangsa yang berani bermimpi, yang berdiri teguh melawan segala rintangan, dan mencapai hal-hal yang dulu dianggap mustahil."

Haye juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pendukung yang telah memberikan semangat tanpa henti.

"Kepada semua orang yang percaya, yang memberikan dukungan, dan yang tak pernah berhenti bermimpi bersama kami, terima kasih. Perjalanan ini bukan hanya tentang kualifikasi. Ini tentang menunjukkan kepada dunia dan generasi mendatang apa yang bisa kita lakukan."

Ia menutup pesannya dengan optimisme, menyebut kegagalan ini bukan akhir dari segalanya.

"Ini bukti bahwa kita layak, dan suatu hari nanti, impian kita akan menjadi kenyataan."

Kekalahan atas Irak memastikan Indonesia tersingkir dari babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya juga tumbang dari Arab Saudi di laga perdana.

Sementara itu, Irak dan Arab Saudi akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.