Tragis! Kapal 39 Tahun Ini Ditemukan Miring, Tangis Keluarga Pecah Menanti Kepastian
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar menegangkan dari perairan Laut Jawa akhirnya menemukan titik terang yang sedikit melegakan, meski tetap menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga korban.
Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 yang sempat dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin dipastikan belum tenggelam. Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa kapal tersebut berhasil ditemukan di perairan Masalembo dalam posisi miring, namun masih mengapung di atas permukaan air.
Kondisi kapal yang tidak langsung karam menjadi kunci suksesnya operasi penyelamatan massal. Tim SAR gabungan bersama armada kapal yang melintas bertaruh dengan waktu di tengah laut untuk menyeberangkan para penumpang dari lokasi kejadian. Sebagian besar korban berhasil diselamatkan dari maut, sementara beberapa di antaranya langsung mendapatkan perawatan medis intensif begitu dievakuasi.
Di balik aksi penyelamatan dramatis tersebut, rasa cemas dan haru menyelimuti keluarga korban di darat yang menanti kepastian. Salah satunya adalah Fredy, warga Mojokerto yang langsung bergegas menuju Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, setelah mendengar kabar duka tersebut. Bersama istri dan anaknya, Fredy mencari keberadaan adik kandungnya, Steviansyah, yang baru tiga bulan bekerja sebagai pemain keyboard hiburan di kapal tersebut.
Fredy menceritakan detik-detik saat ia pertama kali mendapat informasi sekitar pukul 07.30 WIB dari rekan adiknya yang sedang cuti. Kepanikan langsung melanda ketika nomor ponsel sang adik sudah tidak dapat dihubungi lagi. Sambil menahan tangis, keluarga mengaku pasrah namun tetap mengapresiasi respons cepat dari para petugas di posko pengaduan. Mereka hanya berharap bisa segera bertemu kembali dengan sang adik, bagaimana pun kondisinya nanti.
Kecemasan keluarga bukan tanpa alasan, sebab riwayat KMP Virgo Transport 8 memang mendadak jadi sorotan publik. Usut punya usut, kapal milik PT Virgo Karya Shipping ini merupakan armada tua buatan galangan Jepang tahun 1987 yang sudah berusia hampir 39 tahun. Sebelum membawahi rute Surabaya-Banjarmasin sejak Juli lalu, kapal berukuran 8.540 GT ini dulunya beroperasi di perairan Jepang dengan nama Ferry Kurushima sebelum akhirnya dijual dan berganti nama.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus dikerahkan secara masif melalui jalur laut dan udara oleh tim SAR gabungan. Di sisi lain, otoritas maritim tengah fokus melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pemicu utama kecelakaan, mulai dari faktor cuaca ekstrem, kendala teknis kelayakan armada tua, hingga potensi human error. Otoritas pelabuhan juga terus menyiagakan posko tanggap darurat di Surabaya maupun Banjarmasin untuk mendampingi keluarga korban yang masih menunggu kabar terbaru.