Tragedi Laut Jawa Buka Tabir KMP Virgo 8, Ternyata Bekas Kapal Jepang Buatan 1987: Benarkah Faktor Kelayakan Armada Jadi Pemicunya?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Operasi pencarian dan penyelamatan musibah KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini bergerak makin cepat lewat jalur udara dan laut. Kapal Roro Penumpang rute Surabaya-Banjarmasin yang membawa total 241 hingga 243 orang tersebut sebelumnya dipastikan belum tenggelam dan ditemukan mengapung dalam posisi miring di sekitar perairan Masalembo. Untuk mempercepat evakuasi korban yang belum terdata, Basarnas menerjunkan armada helikopter dari Surabaya untuk melakukan penyisiran udara secara intensif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa helikopter penolong bertolak dari Surabaya dan sempat melakukan koordinasi di Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru sebelum terbang ke lokasi pada Minggu siang. Operasi udara ini memperkuat penyisiran laut yang dipimpin oleh kapal-kapal penolong utama seperti KN SAR Laksamana, KRI Nala, dan KN Kunyit, serta bantuan dari berbagai kapal komersial yang berada di sekitar jalur perairan tersebut.
Kerja keras tim SAR gabungan di tengah laut telah membuahkan hasil dengan terevakulasinya para penumpang ke kapal-kapal penyelamat. Berdasarkan pembaruan data di lapangan, kapal tugboat TB TCP berhasil menyelamatkan 38 orang dalam kondisi selamat, sementara kapal kargo MV Haida menyapu area dan menyeberangkan 49 penumpang selamat. Adapun kapal TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, dengan rincian 15 orang selamat dan satu korban dilaporkan meninggal dunia. Total data evakuasi sementara yang tercatat oleh otoritas telah mencapai lebih dari 100 hingga 143 penumpang dalam kondisi selamat maupun perawatan medis.
Arah evakuasi para korban selamat pun terbagi ke beberapa pelabuhan utama. Sebanyak 16 penumpang yang diangkut oleh TB Mauhaw IX diarahkan menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sementara itu, rombongan penumpang yang berhasil dievakuasi oleh TB TCP dan MV Haida dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, di mana pihak keluarga korban sudah memenuhi area lobi terminal penumpang sejak pagi hari untuk menanti kepastian kabar.
Suasana haru dan cemas mendalam tak bisa dihindari di posko-posko pengaduan darat, baik di Banjarmasin maupun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Salah satu cerita pilu datang dari Fredy, warga Mojokerto yang nekat memboyong keluarganya ke posko Surabaya demi mencari keberadaan sang adik kandung, Steviansyah. Stevi, yang baru tiga bulan bekerja sebagai pemain keyboard hiburan di kapal tua eks Jepang buatan tahun 1987 berusia 39 tahun tersebut, hingga kini masih belum dapat dihubungi lantaran nomor ponselnya yang tak kunjung aktif.
Investigasi mengenai pemicu utama kemiringan kapal tua berukuran 8.540 GT milik PT Virgo Karya Shipping ini terus berjalan secara paralel oleh tim KSOP dan pihak kepolisian maritim. Fokus utama petugas di lapangan saat ini adalah memaksimalkan sisa waktu penyisiran udara dan laut untuk memastikan seluruh penumpang yang berada di manifes dapat ditemukan dan segera mendapat pertolongan.