FLONA 2026 di Jakarta, Wadah Mengenal Flora, Fauna, dan Budaya Nusantara

Genvoice.id | 13 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pameran Flora dan Fauna atau FLONA Jakarta 2026 kembali digelar dengan konsep yang lebih beragam dan tidak hanya menampilkan kekayaan tanaman serta satwa. Mengusung tema "Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta", kegiatan ini juga menghadirkan unsur budaya dari berbagai daerah sekaligus menjadi ruang rekreasi, edukasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

FLONA 2026 berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dengan menghadirkan berbagai konsep yang menggambarkan keberagaman wilayah Indonesia. Rumah tradisional, tanaman, ornamen, hingga elemen budaya dari sejumlah daerah dipadukan dalam area pameran sehingga pengunjung dapat merasakan suasana Nusantara di tengah kawasan perkotaan Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberagaman konsep yang ditampilkan menjadi salah satu daya tarik utama FLONA tahun ini. Ia menyebut karakter berbeda dari berbagai wilayah terlihat melalui penataan area yang mewakili lima kota administrasi dan satu kabupaten di Jakarta.

"Terus terang pelaksanaannya tahun ini menurut saya salah satu pelaksanaan yang terbaik. Saya tadi keliling melihat dari kota, lima kota, satu kabupaten, temanya berbeda-beda," ujar Pramono.

Menurut Pramono, konsep tersebut sekaligus memperlihatkan karakter Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap masyarakat dari berbagai latar belakang. Ruang publik di Ibu Kota dinilai dapat menjadi tempat untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus mempertemukan masyarakat dengan beragam unsur Nusantara.

"Ini mencerminkan bahwa Jakarta dalam hal yang menyangkut keberagaman, perbedaan, menerima keterbukaan bagi masyarakat Jakarta, bagi siapa pun yang datang ke Jakarta dengan etnik budaya masing-masing, tentunya kami sangat terbuka," katanya.

Ratusan Stan Ramaikan FLONA

Selain menghadirkan tanaman, satwa, dan budaya, FLONA 2026 juga menjadi wadah bagi pelaku usaha serta komunitas untuk memperkenalkan berbagai produk kepada masyarakat. Pameran ini melibatkan UMKM, komunitas, asosiasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga industri kreatif dari berbagai sektor.

Secara keseluruhan, terdapat 284 stan yang mengisi area FLONA 2026 dengan berbagai kategori. Jumlah tersebut terdiri dari stan pameran, flora, fauna, UMKM, serta sponsor.

  • 11 stan exhibition
  • 147 stan flora
  • 8 stan fauna
  • 112 stan UMKM
  • 6 stan sponsor

Selain kategori tersebut, terdapat pula stan kolaborasi dan stan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengangkat konsep Ekoregion Nusantara. Kehadiran konsep tersebut semakin memperkuat pesan FLONA mengenai kekayaan alam Indonesia yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang terbuka publik.

Banyaknya stan UMKM membuat FLONA tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan transaksi selama pameran berlangsung.

Pengunjung FLONA Ditargetkan Tembus 17 Ribu Orang per Hari

Antusiasme masyarakat terhadap FLONA 2026 juga terlihat dari jumlah pengunjung yang terus menjadi perhatian penyelenggara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap tingginya kunjungan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi para tenant, khususnya pelaku UMKM.

"Tadi saya mendapatkan laporan dan juga dari semua tenant yang ada, pengunjungnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Ini menunjukkan ada peningkatan yang luar biasa dan mudah-mudahan transaksinya bagi para pelaku UMKM yang hari ini ikut pameran di tempat ini juga mengalami kenaikan," urai Pramono.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan jumlah pengunjung FLONA 2026 ditargetkan bisa menembus lebih dari 17.000 orang setiap hari. Pada hari biasa, rata-rata pengunjung berada di kisaran 12.000 orang per hari, sedangkan jumlahnya dapat meningkat hingga sekitar 17.000 orang ketika akhir pekan.

FLONA 2026 Bidik Transaksi Rp40 Miliar

Besarnya potensi kunjungan tersebut turut mendorong target ekonomi selama penyelenggaraan FLONA 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan nilai transaksi dalam pameran ini dapat mencapai sekitar Rp40 miliar.

Target tersebut menunjukkan bahwa FLONA tidak sekadar menjadi agenda tahunan yang menampilkan pertamanan dan lingkungan. Kegiatan ini juga diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan pelaku UMKM, komunitas, industri kreatif, serta berbagai sektor usaha.

Dengan jumlah stan UMKM yang mencapai 112, aktivitas jual beli menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan FLONA tahun ini. Tingginya jumlah pengunjung diharapkan dapat meningkatkan peluang transaksi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha yang berpartisipasi.

Masih Bisa Dikunjungi hingga 28 September

Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengunjungi FLONA 2026 dan menikmati berbagai sajian yang tersedia di kawasan Taman Lapangan Banteng. Pameran tersebut dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya.

FLONA 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 28 September 2026 dengan menghadirkan perpaduan antara lingkungan, budaya, rekreasi, dan aktivitas ekonomi. Pengunjung dapat melihat berbagai tanaman dan satwa sekaligus menikmati dekorasi bernuansa daerah serta produk yang ditawarkan para pelaku UMKM.

Penyelenggaraan FLONA juga menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan fungsi ruang terbuka hijau di tengah perkembangan kota. Ruang hijau tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat menikmati lingkungan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi, rekreasi, interaksi sosial, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Melalui tema "Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta", FLONA 2026 memperlihatkan bagaimana kekayaan alam dan budaya Indonesia dapat hadir dalam satu ruang publik. Jakarta menjadi tempat bertemunya berbagai identitas daerah yang ditampilkan melalui tanaman, fauna, ornamen budaya, produk kreatif, serta aktivitas masyarakat.