Tak Hanya Belanda dan Jepang, Ini Daftar Lengkap 6 Negara Penjajah Nusantara Beserta Sejarah Singkatnya
JAKARTA, GENVOICE.ID -Sejarah kemerdekaan Republik Indonesia merupakan kisah panjang perjuangan rakyat lepas dari belenggu kolonialisme. Meskipun narasi sejarah populer sering kali berfokus pada Belanda dan Jepang, sejarah mencatat ada enam negara yang pernah menguasai dan mengeksploitasi kekayaan Nusantara.
Dinamika perebutan pengaruh bangsa asing di Indonesia melibatkan berbagai motivasi, mulai dari perburuan rempah-rempah hingga rivalitas geopolitik dunia. Berikut adalah daftar dan rekam jejak enam negara yang pernah menjajah Indonesia beserta latar belakang kedatangan hingga akhir kekuasaannya:
1. Portugis (1509-1595)
Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang mendarat di Nusantara. Dipimpin oleh António de Abreu atas perintah Alfonso de Albuquerque, ekspedisi Portugis tiba di Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.
Walau awalnya disambut baik oleh Kerajaan Ternate, Portugis mulai menerapkan monopoli tidak sehat dan melanggar kesepakatan. Perlawanan rakyat Maluku di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah akhirnya berhasil mengusir Portugis pada tahun 1584.
2. Spanyol (1521-1529)
Spanyol tiba di Maluku pada 1521 dan menjalin aliansi dengan Kerajaan Tidore. Langkah ini memicu konflik dengan Portugis yang lebih dulu bersekutu dengan Kerajaan Ternate. Persaingan dua kekuatan Eropa ini berakhir melalui Perjanjian Saragosa pada 1529, yang mengharuskan Spanyol pergi dari Maluku dan mengalihkan fokus kekuasaannya ke wilayah Filipina.
3. Belanda (1602-1942)
Belanda mencatatkan masa pendudukan terlama di Nusantara, yakni sekitar 3,5 abad. Berawal dari pendirian badan usaha Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 1602 untuk memonopoli rempah-rempah, Belanda secara bertahap menguasai wilayah daratan.
Pemerintahan kolonial Belanda menerapkan kebijakan eksplolitatif seperti Cultuurstelsel (sistem tanam paksa) yang menyengsarakan rakyat. Kekuasaan Belanda di Indonesia baru runtuh setelah kalah dari Jepang pada Perang Dunia II.
4. Prancis (1806-1811)
Pengaruh Prancis di Nusantara terjadi saat Belanda jatuh ke tangan Napoleon Bonaparte. Raja Louis Napoleon menunjuk Marsekal Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808.
Salah satu peninggalannya yang tersohor adalah pembangunan Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan). Kepemimpinan Daendels yang otoriter digantikan oleh Jan Willem Janssens, sebelum akhirnya Prancis menyerahkan kekuasaannya di Batavia kepada Inggris pada 1811 akibat kalah perang.
5. Inggris (1811-1816)
Setelah mengalahkan Prancis, Inggris menguasai Nusantara di bawah kepemimpinan Thomas Stamford Raffles. Dalam masa pemerintahannya yang relatif singkat, Raffles melakukan reformasi dengan menghapus sistem monopoli dan tanam paksa, memperkenalkan sistem sewa tanah (land rent), serta membagi Pulau Jawa menjadi beberapa karesidenan. Namun, konvensi politik di Eropa mengembalikan wilayah Nusantara kepada Belanda pada 1816.
6. Jepang (1942-1945)
Jepang menduduki Indonesia setelah mengusir Belanda pada masa Perang Dunia II. Berkedok sebagai "Saudara Tua" yang membawa janji kemerdekaan, Jepang justru menerapkan pendudukan militer yang sangat kejam. Rakyat dipaksa menjalani Romusha (kerja paksa) serta dikerahkan untuk mendukung logistik dan armada perang Jepang.
Pendudukan ini berakhir setelah bom atom menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945, yang dimanfaatkan oleh para pendiri bangsa untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Perjalanan panjang melewati pendudukan enam negara penjajah ini memperlihatkan betapa strategisnya posisi dan kekayaan alam Indonesia di mata dunia. Mengingat kembali dinamika sejarah kolonialisme ini hendaknya memperkuat rasa nasionalisme dan kesadaran kita untuk terus menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.