10 Film Indonesia Bertema Perjuangan, Pas Ditonton di Hari Kemerdekaan

Genvoice.id | 13 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain mengikuti upacara, lomba 17 Agustus, atau berkumpul bersama keluarga, masyarakat juga dapat mengisi momen kemerdekaan dengan menyaksikan film yang mengangkat kisah perjuangan bangsa.

Film bertema sejarah dan perjuangan menawarkan cara berbeda untuk mengenang perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan. Lewat cerita para tokoh dan peristiwa penting, penonton dapat kembali melihat bagaimana perjuangan dilakukan melalui perang, pendidikan, pergerakan politik, hingga upaya mempertahankan kemerdekaan.

Berbagai film perjuangan Indonesia juga hadir dengan genre dan pendekatan yang beragam. Ada film biografi, drama sejarah, adaptasi novel, hingga animasi yang mengangkat peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Bagi kamu yang sedang mencari tontonan untuk mengisi libur HUT ke-81 RI, berikut 10 film perjuangan Indonesia yang bisa masuk daftar tontonan.

1. Tjoet Nja' Dhien (1988)

Tjoet Nja' Dhien menjadi salah satu film Indonesia yang mengangkat perjuangan pahlawan perempuan dari Aceh, Cut Nyak Dhien. Film arahan Erros Djarot ini dibintangi Christine Hakim yang memerankan sosok Cut Nyak Dhien dalam perjuangannya melawan Belanda pada masa Perang Aceh.

Cerita film berfokus pada perjuangan Cut Nyak Dhien yang terus melakukan perlawanan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Film ini dapat menjadi pilihan untuk mengenang keberanian salah satu tokoh perempuan yang kemudian ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

2. Merah Putih (2009)

Merah Putih merupakan film drama sejarah yang menjadi bagian pertama dari Trilogi Merdeka. Film ini mengambil latar Agresi Militer Belanda I pada 1947 dan mengikuti perjuangan sekelompok kadet yang selamat dari serangan.

Para kadet tersebut kemudian bergabung dalam perjuangan gerilya menghadapi pasukan Belanda. Kisah mereka tidak hanya memperlihatkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga persahabatan yang diuji oleh perbedaan latar belakang, budaya, agama, dan status sosial.

3. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Soekarno: Indonesia Merdeka merupakan film garapan Hanung Bramantyo yang dirilis pada 2013. Film ini menceritakan perjalanan Soekarno sejak masa muda hingga keterlibatannya dalam perjuangan menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perjalanan tersebut memperlihatkan keberanian Soekarno dalam menyuarakan kemerdekaan di tengah pemerintahan kolonial. Ia juga mengalami penahanan dan pengasingan ke Ende hingga Bengkulu sebelum akhirnya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

4. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Film Guru Bangsa: Tjokroaminoto mengangkat kisah kehidupan H.O.S. Tjokroaminoto, salah satu tokoh penting dalam pergerakan nasional Indonesia. Film garapan Garin Nugroho ini dibintangi Reza Rahadian sebagai Tjokroaminoto.

Cerita berfokus pada perjalanan Tjokroaminoto dalam memperjuangkan perubahan melalui pergerakan dan organisasi. Film ini juga memperlihatkan pemikiran serta kiprahnya sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan pergerakan nasional.

5. Jenderal Soedirman (2015)

Jenderal Soedirman mengisahkan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memimpin perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan tersebut dilakukan dalam kondisi yang sangat berat karena Soedirman tengah menderita penyakit paru-paru.

Film ini menggambarkan keteguhan Soedirman dalam memimpin pasukan meskipun kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Perjuangan gerilya menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di tengah agresi Belanda.

6. Battle of Surabaya (2015)

Jika ingin menonton film perjuangan dengan pendekatan berbeda, Battle of Surabaya bisa menjadi pilihan. Film produksi MSV Pictures ini menggunakan animasi 2D untuk mengangkat kisah perjuangan dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Cerita berpusat pada Musa, seorang remaja yang bekerja sebagai tukang semir sepatu dan kemudian menjadi kurir bagi para pejuang. Melalui sudut pandang Musa, penonton diajak melihat perjuangan arek-arek Suroboyo dan Tentara Keamanan Rakyat dalam menghadapi pasukan asing.

7. Kartini (2017)

Perjuangan dalam sejarah Indonesia tidak selalu berkaitan dengan pertempuran menggunakan senjata. Film Kartinijustru mengangkat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.

Film biografi yang disutradarai Hanung Bramantyo ini mengambil latar kehidupan masyarakat Jawa pada awal abad ke-20. Kisahnya memperlihatkan bagaimana Kartini menghadapi aturan sosial dan tradisi sambil terus memperjuangkan kesempatan pendidikan bagi perempuan.

8. Sultan Agung: Takhta, Perjuangan, Cinta (2018)

Sultan Agung: Takhta, Perjuangan, Cinta mengangkat kisah Raden Mas Rangsang yang kemudian dikenal sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma. Setelah naik takhta, ia berusaha menyatukan wilayah dan menghadapi pengaruh VOC yang semakin kuat di Jawa.

Konflik dengan VOC kemudian berkembang menjadi peperangan setelah kepentingan Mataram dan VOC bertabrakan. Di tengah perjuangan mempertahankan kerajaan, Sultan Agung juga harus menghadapi persoalan cinta dan berbagai pengkhianatan.

9. Perburuan (2019)

Film Perburuan merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer. Ceritanya mengambil latar enam bulan setelah pemberontakan PETA terhadap Jepang mengalami kegagalan.

Tokoh utama bernama Hardo merupakan mantan shodancho PETA yang kembali ke Blora dalam kondisi terluka. Ia harus bersembunyi dari kejaran tentara Jepang sekaligus menghadapi konflik pribadi dan pengkhianatan menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

10. Cadet 1947 (2021)

Cadet 1947 mengangkat cerita tentang sekelompok kadet yang berusaha mempertahankan pangkalan udara Indonesia dari ancaman Belanda. Film ini mengambil latar perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Film tersebut dibintangi sejumlah aktor, seperti Kevin Julio, Bisma Karisma, Marthino Lio, dan Omara N. Esteghlal. Ceritanya memperlihatkan keberanian para kadet dalam menghadapi situasi penuh tekanan demi mempertahankan wilayah Indonesia.

Sepuluh film tersebut menawarkan kisah perjuangan dengan latar waktu, tokoh, dan sudut pandang yang berbeda. Mulai dari perjuangan melawan penjajahan, pergerakan nasional, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, hingga perjuangan melalui pendidikan dan kesetaraan.

Menonton film sejarah juga dapat menjadi cara yang menarik untuk kembali mengenal perjalanan bangsa menjelang HUT ke-81 RI. Jadi, selain mengikuti berbagai kegiatan 17 Agustus, kamu bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman dengan menyaksikan film perjuangan Indonesia dan mengenang kembali nilai-nilai kemerdekaan.