Volvo Tinggalkan Sedan dan Wagon di AS Mulai 2027, Fokus ke SUV dan Mobil Listrik
JAKARTA, GENVOICE.ID - Volvo akan menghentikan penjualan sedan dan station wagon di pasar Amerika Serikat setelah tahun model 2026. Keputusan ini menandai pergeseran besar bagi merek asal Swedia yang selama puluhan tahun dikenal lewat mobil-mobil jenis tersebut. Mulai 2027, Volvo akan sepenuhnya fokus pada SUV dan kendaraan listrik di AS, mengikuti tren konsumen yang semakin meninggalkan mobil berjenis sedan dan wagon.
Menurut laporan Automotive News, beberapa model yang akan dihentikan meliputi sedan S90, wagon V60, serta varian V60 Cross Country dan V90 Cross Country. Bahkan, EC40 yang merupakan crossover listrik kompak juga telah dihapus dari daftar penjualan di AS. Sebagai gantinya, model seperti EX30, EX30 Cross Country, dan EX40 akan mengisi pasar, meskipun EX40 sendiri diperkirakan tidak akan bertahan lama setelah 2026.
Ke depan, lini produk Volvo di AS hanya akan terdiri dari SUV. Pilihan yang tersedia meliputi XC40, XC60, dan XC90 untuk segmen mesin konvensional, serta EX30, EX30 Cross Country, EX60, dan EX90 untuk segmen kendaraan listrik. Produksi XC40 bermesin bensin akan berakhir pada 2030 dan tidak akan dilanjutkan ke generasi baru.
Langkah ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti perubahan tarif impor yang tidak menentu dan berakhirnya insentif kredit pajak kendaraan listrik federal di AS. Kondisi tersebut membuat produsen harus lebih selektif dalam menjaga profitabilitas setiap model, terutama untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrid yang penjualannya belum sekuat SUV hybrid ringan maupun non-plug-in hybrid.
Dengan strategi ini, Volvo tampaknya siap memusatkan fokus pada segmen kendaraan yang paling diminati pasar AS saat ini, sambil mempersiapkan transisi penuh menuju elektrifikasi di tahun-tahun mendatang.