Sergio Perez Siap Comeback Sensasional ke F1 Bersama Cadillac pada 2026

Genvoice.id | 13 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sergio Perez dipastikan akan kembali ke Formula 1 pada musim 2026 setelah absen setahun penuh. Menurut informasi yang diperoleh PlanetF1, pengumuman resmi rencananya akan dilakukan pada akhir pekan Grand Prix Italia di Monza.

Pebalap asal Meksiko itu akan menjadi bagian dari tim baru Cadillac, yang akan menjalani musim debutnya di F1 tahun depan. Keputusan ini menutup masa vakum Perez setelah ia dilepas Red Bull di akhir musim 2024, pada saat seluruh kursi untuk 2025 sudah terisi.

Perez, yang memulai karier F1 pada 2011, sempat mengalami penurunan performa pada musim terakhirnya di Red Bull, hanya mengumpulkan sekitar sepertiga poin dari rekan setimnya, Max Verstappen. Meski begitu, penggantinya-Liam Lawson dan Yuki Tsunoda-juga mengalami kesulitan serupa, memberi bukti bahwa tantangan di kursi tersebut tidak mudah diatasi.

Didukung manajer baru, Perez menjajaki berbagai peluang untuk kembali ke grid, dan komunikasi dengan Cadillac telah terjalin sejak awal tahun. Ayahnya, Antonio Perez Garibay, optimistis masa depan putranya akan gemilang. "Apa yang Checo Perez lakukan di masa lalu hanyalah awal. Yang akan datang akan menjadi sejarah," ucapnya.

Cadillac, yang dipimpin oleh mantan CEO Manor Marussia, Graeme Lowdon, telah mempertimbangkan berbagai kandidat berpengalaman seperti Valtteri Bottas dan Perez. Bagi tim asal Amerika tersebut, Perez menawarkan kombinasi pengalaman, kemampuan konsisten di lini tengah, serta dukungan sponsor besar seperti Telcel, Claro, Banorte, dan Inter.mx.

Max Verstappen pun memberi dukungan penuh. "Checo selalu sangat kuat. Selama dia punya motivasi untuk balapan, dia adalah pilihan bagus, apalagi untuk tim baru," ujarnya, mengingat performa impresif Perez saat membela Force India dan Racing Point.

Meski kursi pertama hampir pasti milik Perez, kursi kedua Cadillac kemungkinan akan diisi pebalap muda. Nama yang santer disebut adalah Felipe Drugovich, cadangan Aston Martin yang dikenal berkontribusi besar lewat simulasi dan pengaturan mobil. Kandidat lain termasuk pebalap F2 Jak Crawford dan Alex Dunne.

Lowdon menegaskan bahwa tim tidak hanya mempertimbangkan pengalaman, tetapi juga potensi jangka panjang. "Kami menghargai pengalaman, tapi ada banyak faktor dalam memilih pembalap: kemampuan, kapabilitas, dan juga arah masa depan tim," jelasnya.

Jika resmi diumumkan, kembalinya Perez akan menjadi salah satu cerita terbesar musim depan, membawa warna baru pada persaingan F1 sekaligus menandai era baru Cadillac di ajang balap tertinggi dunia.