Justin Bieber Bayar Rp510 Miliar ke Scooter Braun, Akhiri Konflik Finansial Setelah 15 Tahun Kerja Sama

Genvoice.id | 13 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Justin Bieber resmi menyelesaikan konflik finansial dengan mantan manajernya, Scooter Braun, dengan total pembayaran lebih dari 31,5 juta dolar AS atau setara sekitar Rp510 miliar. Penyelesaian ini mengakhiri sengketa panjang setelah hubungan kerja keduanya berakhir pada 2023, setelah 15 tahun bersama.

Dilansir People, kesepakatan tersebut mencakup pembayaran sebesar 26 juta dolar AS kepada Braun sebagai ganti rugi pembatalan tur dunia "Justice" pada 2022, dan utang tambahan sebesar 5,5 juta dolar AS yang berasal dari komisi sebesar 11 juta dolar yang belum dibayarkan Bieber selama masih dikelola Braun.

Sumber menyebutkan, saat pembatalan tur "Justice", Braun dan perusahaannya HYBE menanggung biaya besar untuk membayar kompensasi kepada promotor AEG Presents. Bieber saat itu berjanji akan mengganti dana tersebut, namun dikabarkan baru sekali melakukan pembayaran sebelum akhirnya tercapai kesepakatan damai ini.

Penyelesaian ini pertama kali dilaporkan oleh TMZ, bertepatan dengan perilisan album terbaru Bieber bertajuk "Swag", album pertamanya dalam empat tahun sejak Justice (2021). Album ini berisi 20 lagu baru dan menandai babak baru karier Bieber yang kini tanpa keterlibatan Braun.

Scooter Braun sebelumnya juga sempat mengomentari berakhirnya hubungan profesional mereka dalam podcast The Diary of a CEO.

"Saya rasa, saat ini Justin sedang menjalani perjalanannya sendiri, dan saya sangat menghormati itu. Saya dan tim lama mendukung dia sepenuhnya," kata Braun.

Langkah ini menyusul keputusan besar Bieber yang pada Desember 2022 menjual katalog lagunya sebanyak 291 lagu ke Hipgnosis Songs Capital senilai 200 juta dolar AS. Penjualan itu menjadi salah satu kesepakatan terbesar yang pernah dilakukan oleh seorang musisi di bawah usia 30 tahun.

Sementara itu, sumber yang dikutip Rolling Stone menyebut bahwa Bieber tidak menyesal mengakhiri kerja sama dengan Braun, dan justru menikmati "kebebasan kreatif baru" dalam proses produksi albumnya.