Jannik Sinner Raih Gelar Wimbledon Pertama, Berhasil Balas Dendam atas Carlos Alcaraz!

Genvoice.id | 13 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Lima pekan setelah mengalami patah hati di Roland Garros, Jannik Sinner bangkit dengan gemilang di Wimbledon, Minggu (13/7) waktu setempat atau Senin WIB.

Dilansir dari Antara, dalam final perdananya di Wimbledon, petenis nomor satu dunia ini berhasil mengalahkan Carlos Alcaraz dengan skor 4-6, 6-4, 6-4, 6-4, meraih gelar Grand Slam keempatnya dan menjadi petenis Italia pertama yang memenangkan gelar tunggal Wimbledon.

"Rasanya sangat emosional, karena saya mengalami kekalahan yang sangat berat di Paris," ungkap Sinner saat upacara penyerahan trofi, seperti disiarkan oleh ATP.

Ia menekankan pentingnya belajar dari kesalahan dan terus berusaha, "Kami mencoba menerima kekalahan dan terus berusaha. Ini jelas salah satu alasan saya memegang trofi ini di sini."

Di final Roland Garros pada awal Juni, Sinner hampir meraih kemenangan, tetapi Alcaraz bangkit secara mengejutkan dalam pertandingan epik berdurasi lima jam 29 menit. Namun, di Wimbledon, Sinner menunjukkan performa yang tak terbendung, mendominasi pertandingan dengan pukulan groundstroke yang kuat dan servis yang mengesankan. Kemenangan ini mematahkan rekor 5-0 Alcaraz di final Grand Slam dan mengakhiri lima kekalahan beruntun dalam head to head mereka.

Sinner juga memberikan pujian kepada Alcaraz, "Carlos, sekali lagi, turnamen yang luar biasa, tetapi yang terutama terima kasih atas pemain seperti Anda. Sangat sulit bermain melawan Anda, tetapi kami memiliki hubungan yang luar biasa di luar dan di dalam lapangan."

Dengan kemenangan ini, Sinner tidak hanya mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai petenis putra Italia pertama yang memenangkan Wimbledon, tetapi ia juga kini hanya kurang satu gelar lagi untuk menyelesaikan Grand Slam, dengan Roland Garros yang masih menjadi satu-satunya gelar yang belum ia raih. Ia meninggalkan London dengan keunggulan 3.430 poin atas Alcaraz di peringkat ATP, menandai persaingan yang semakin ketat di era baru tenis.

Carlos Alcaraz, meskipun kalah, tetap memberikan ucapan selamat kepada Sinner, "Sulit untuk kalah. Selalu sulit untuk kalah, bahkan jika itu di final, tetapi pertama-tama saya harus mengucapkan selamat kepada Jannik sekali lagi. Ini adalah trofi yang sangat pantas setelah dua minggu yang luar biasa di sini di London."