Tottenham Terjebak Zona Degradasi, De Zerbi Akui Mental Pemain Mulai Tertekan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Situasi sulit tengah dialami Tottenham Hotspur setelah kembali menelan hasil buruk di Liga Inggris. Kekalahan terbaru membuat posisi mereka kian terpuruk hingga harus masuk ke zona degradasi untuk pertama kalinya musim ini.
Dalam laga terakhir, Spurs takluk 0-1 dari Sunderland. Gol tunggal yang dicetak Nordi Mukiele pada menit ke-61 menjadi penentu kekalahan tersebut sekaligus memperpanjang tren negatif tim asal London itu.
Hasil ini menandai kekalahan ke-16 Tottenham sepanjang musim. Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka sudah tidak merasakan kemenangan dalam lebih dari tiga bulan terakhir di kompetisi liga, membuat tekanan semakin besar di ruang ganti.
Pelatih Roberto De Zerbi mengakui bahwa ancaman degradasi kini berdampak langsung pada kondisi mental para pemain. Menurutnya, tekanan tersebut membuat performa tim tidak maksimal saat pertandingan berlangsung.
De Zerbi menilai para pemain sebenarnya memiliki kualitas yang cukup untuk bangkit. Namun, faktor psikologis menjadi penghambat utama yang harus segera diatasi.
Ia menegaskan bahwa target jangka pendek tim saat ini sangat sederhana, yakni meraih satu kemenangan untuk memulihkan kepercayaan diri. Menurutnya, hasil positif dapat mengubah cara pandang tim terhadap situasi yang sedang dihadapi.
Selain itu, De Zerbi juga menyoroti perbedaan mencolok antara performa tim saat latihan dan ketika bertanding. Ia menyebut para pemain tampil lebih lepas saat sesi latihan karena tidak terbebani tekanan, berbeda dengan situasi di pertandingan resmi.
Sebagai pelatih, ia menempatkan aspek mental sebagai fokus utama dalam pendekatannya. Ia berupaya menanamkan kembali rasa percaya diri dan ketenangan kepada para pemain agar bisa menampilkan performa terbaik di lapangan.
Dengan kondisi yang semakin genting, Tottenham kini berada di titik krusial musim ini. Kemenangan dalam waktu dekat menjadi kebutuhan mendesak jika mereka ingin keluar dari zona degradasi dan menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.