AS Beri Pengecualian Tarif: Samsung Tetap Waspadai Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan Trump

Genvoice.id | 13 Apr 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Samsung Electronics tetap waspada meskipun Amerika Serikat memberikan pengecualian tarif untuk smartphone, laptop, komputer pribadi, dan peralatan semikonduktor, akibat kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang tidak bisa diprediksi.

Badan Bea Cukai AS mengumumkan pada Sabtu (waktu setempat) bahwa perangkat-perangkat tersebut akan dikecualikan dari tarif dasar 10 persen yang dikenakan hampir ke semua negara, serta tarif balasan 125 persen terhadap China.

Dengan pembaruan ini, Samsung termasuk salah satu yang diuntungkan, bersama Apple dan TSMC. Bloomberg menyebut kebijakan ini sebagai "kemenangan besar" bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar. Optimisme ini muncul karena Samsung sangat bergantung pada produksi di Vietnam, yang sekarang terancam kena tarif balasan 46 persen dari AS jika negosiasi antara Hanoi dan Washington gagal setelah masa jeda 90 hari. Samsung memproduksi hampir 50 persen smartphone Galaxy yang dijual di seluruh dunia di fasilitas Vietnam. Namun, Samsung tetap bersikap hati-hati.

"Kami terus mengawasi kebijakan tarif AS dengan seksama," kata pejabat Samsung pada Minggu.

Sikap hati-hati ini muncul karena masih ada ketidakpastian soal kebijakan perdagangan Trump.

"Presiden sudah mengatakan bahwa barang-barang seperti mobil, baja, farmasi, chip, dan bahan lainnya akan dikenakan tarif khusus untuk memastikan tarif diterapkan dengan adil dan efektif," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam pernyataan soal pengecualian tarif terbaru.

Trump juga mengatakan bahwa pemerintahannya akan memberikan update soal tarif semikonduktor pada Senin.

"Kami akan lebih spesifik pada Senin," kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One, saat ditanya soal pengecualian tarif dan rencana semikonduktor. Pengecualian tarif untuk smartphone ini sepertinya lebih menguntungkan Apple, pesaing utama Samsung.

Apple sangat bergantung pada fasilitas Foxconn di China untuk memproduksi sebagian besar iPhone yang dijual di seluruh dunia. Kalau AS jadi mengenakan tarif balasan 125 persen terhadap China ditambah tarif 20 persen lainnya untuk menekan China soal fentanyl harga iPhone di AS bisa naik sampai tiga kali lipat.

Sementara China membalas tarif AS dengan kebijakan balasan, Vietnam berusaha menghindari sanksi dengan mendekati pemerintahan Trump.

Sebelum pengecualian tarif diumumkan, para analis memprediksi bahwa Samsung bisa mendapat pangsa pasar lebih besar di AS.

"Apple, yang memproduksi 90 persen iPhone di fasilitas Foxconn China, pasti akan menghadapi kenaikan harga iPhone," kata analis KB Securities, Kim Dong-won, pada Kamis.

"Sedangkan Samsung bisa memperluas pasokan dengan produksi awal selama 90 hari untuk smartphone, memberi cukup waktu untuk memindahkan delapan pabrik produksinya." sambungnya.

Namun, penjualan iPhone yang kuat di AS mungkin bisa mengurangi dampak terhadap bisnis komponen Samsung. Perusahaan Korea ini memasok Apple dengan komponen utama seperti layar, semikonduktor, dan bagian lainnya.

Sebelumnya, ada kekhawatiran bahwa kenaikan harga smartphone bisa mengurangi permintaan, yang bisa berdampak pada bisnis semikonduktor Samsung.