Drama Piala Dunia 2026: Iran Mundur Akibat Perang, Siapa yang Ambil Tiketnya?

Genvoice.id | 13 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID- Dalam pernyataan mengejutkan, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyebut bahwa Team Melli tak bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Alasannya adalah pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut terbunuh dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel sejak akhir Februari 2026.

"Mempertimbangkan bahwa rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tak bisa berpartisipasi di Piala Dunia dalam keadaan apapun," ungkap Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali dikutip Sky Sports.

Hingga kini, federasi sepak bola Iran belum memberikan pernyataan resmi, namun rumor mundurnya Team Melli sudah ramai diperbincangkan oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Siapa yang Bisa Menggantikan Iran?

FIFA memiliki beberapa opsi jika Iran benar-benar mundur:

  1. Menunjuk tim Asia dengan peringkat tertinggi sebagai pengganti, atau

  2. Tetap melanjutkan Piala Dunia 2026 dengan 47 tim saja tanpa mencari pengganti.

Dari kandidat Asia, Irak menjadi yang paling potensial karena masih berpeluang lewat playoff melawan pemenang Suriname vs Bolivia. Jika Irak menggantikan Iran, Uni Emirat Arab bisa mengambil alih posisi Irak di playoff.

Namun, muncul pula rumor bahwa FIFA mungkin menunjuk Italia sebagai pengganti karena ranking mereka lebih tinggi (peringkat 13) dibanding Irak (58) dan UEA (68). Italia masih harus melalui playoff melawan Irlandia Utara pada 26 Maret 2026, dan pemenangnya akan menghadapi pemenang Wales vs Bosnia & Herzegovina pada 31 Maret 2026 untuk memperebutkan tiket final ke Piala Dunia 2026.

Menurut asisten pelatih Irak, Rene Meulensteen:
"Melalui AFC, kami tim peringkat tertinggi di Asia, jadi kami berhak menggantikan Iran. UEA kemungkinan akan menggantikan kami di playoff. Namun, rumor lain menyebut FIFA mungkin menominasikan tim peringkat tertinggi global, yaitu Italia."

Dampak Keputusan Iran untuk Piala Dunia 2026

Mundur atau tidaknya Iran menimbulkan ketidakpastian besar dalam persiapan tim-tim lain. Penggemar sepak bola pun dibuat penasaran menunggu keputusan resmi FIFA. Jika Italia atau Irak menggantikan, ini bisa menjadi drama tersendiri bagi jalannya turnamen, bahkan bisa memengaruhi strategi dan prediksi tim lain.