Viral di X! Kronologi Perang Netizen Korea Selatan vs Indonesia: Dari Konser Day6 Hingga Solidaritas SEABlings
JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia maya kembali memanas setelah perang netizen Korea Selatan vs Indonesia pecah dan menjadi trending topic di platform X.
Perseteruan digital ini bermula dari insiden kecil di sebuah konser musik di Malaysia, namun dengan cepat membesar hingga melibatkan warganet dari berbagai negara ASEAN.
Fenomena yang memicu munculnya tagar SEABlings ini memperlihatkan bagaimana solidaritas warganet Asia Tenggara bersatu melawan komentar rasis.
Simak kronologi lengkap dan awal mula pemicu konflik besar ini dalam ulasan berikut.
1. Awal Mula: Insiden Konser Day6 di Malaysia
Ketegangan bermula dari konser grup band asal Korea Selatan, Day6, yang digelar di Malaysia pada akhir Januari 2026. Seorang fansite asal Korea kedapatan melanggar aturan promotor dengan membawa kamera profesional berlensa tele yang besar.
Aksi tersebut mengganggu penonton lain dan diviralkan oleh penggemar asal Malaysia. Meski sempat terjadi adu mulut dan ancaman hukum dari pihak fansite, masalah ini sebenarnya sempat mereda setelah pelaku meminta maaf.
2. Pemicu Konflik: Hinaan Rasis dari Knetz
Perseteruan kembali memanas ketika sejumlah Knetz mengungkit masalah tersebut dengan melontarkan cuitan bernada rasis yang meremehkan masyarakat Asia Tenggara, termasuk menghina kondisi ekonomi kawasan tersebut.
Warganet Indonesia yang tak terima melihat rekan serumpunnya di Malaysia dihina, mulai melancarkan serangan balasan. Konflik pun merembet ke ranah budaya dan karya seni.
3. Ejekan terhadap Grup Vokal No Na
Puncak kemarahan warganet terjadi saat Knetz mengejek video klip grup vokal asal Indonesia, No Na. Mereka mengolok-olok latar belakang video klip yang diambil di area persawahan dengan komentar merendahkan tentang profesi petani.
Warganet dari Malaysia dan Thailand langsung pasang badan membela Indonesia. Salah satu balasan menohok dari netizen Malaysia mengingatkan Knetz bahwa mereka pun mengonsumsi nasi, sehingga tidak pantas menghina ladang padi.
4. Perdebatan Kemampuan Bahasa Inggris dan Ekonomi
Adu argumen juga menyasar kemampuan berbahasa. Warganet Indonesia menyentil warga negara maju yang sering kali gagap berkomunikasi dalam bahasa Inggris meskipun berinteraksi di forum internasional.
Knetz membalas dengan sindiran tajam bahwa mereka lebih baik kaya raya daripada fasih berbahasa Inggris namun hidup dalam kemiskinan.
Solidaritas SEABlings
Menariknya, perseteruan ini justru memperkuat ikatan persaudaraan antar warganet di Asia Tenggara. Tagar SEABlings (South East Asian Siblings) menjadi trending topic sebagai bentuk perlawanan kolektif terhadap sentimen rasis dan sikap superioritas yang ditunjukkan oleh sebagian warganet Korea Selatan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kekuatan netizen Indonesia dan solidaritas SEABlings tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama saat menghadapi isu rasisme.
Meskipun perseteruan di media sosial adalah hal yang lumrah, tetap menjaga etika berkomunikasi antarnegara sangatlah krusial. Bagaimana menurut Gen mengenai aksi kompak netizen ASEAN dalam membela Indonesia kali ini? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar!