Prabowo Ancam Sikat Koruptor Di Pertamina, Dirut Simon Aloysius Dilarang Keras Cari Kaya Lewat Jabatan!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah peringatan yang bener-bener keras dan nggak main-main baru saja keluar dari mulut Presiden Prabowo Subianto untuk jajaran petinggi perusahaan migas raksasa milik negara kita, Pertamina. Dalam sebuah momen yang penuh ketegasan, Presiden secara blak-blakan menyatakan kalau dia sudah muak dengan praktik "permainan kotor" yang sudah mendarah daging selama bertahun-tahun di tubuh perusahaan tersebut. Gebrakan ini bener-bener bikin publik kaget sekaligus optimis, karena Prabowo nggak segan-segan langsung menunjuk hidung Direktur Utama Pertamina yang baru saja diangkat, Simon Aloysius Mantiri, untuk menjaga integritasnya.
Presiden menekankan kalau jabatan tersebut bukanlah ajang untuk memperkaya diri sendiri, melainkan sebuah amanah besar untuk mengelola aset negara yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah. Prabowo juga menyinggung soal adanya manipulasi harga dalam praktik impor minyak yang selama ini merugikan rakyat kecil. Dengan gaya bicaranya yang patriotik, Presiden ingin memastikan kalau Pertamina sebagai aset kebanggaan nasional bener-bener bersih dari tangan-tangan jahil yang cuma mau cari untung pribadi. Instruksi ini diberikan langsung saat acara peresmian infrastruktur energi di Balikpapan, dan pesan ini ditujukan bukan cuma buat Simon saja, tapi buat seluruh "anak buah" di bawahnya agar jangan sampai ada yang main mata dengan uang rakyat, Gen.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan menunjuk Simon dan beberapa anak muda di jajaran direksi adalah langkah awal untuk revolusi bersih-bersih di perusahaan plat merah tersebut. Beliau sadar betul kalau posisi Direktur Utama adalah posisi yang sangat seksi dan penuh dengan godaan uang besar.
"Jangan korupsi! Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina, sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan (yang nilainya, red.) 100 miliar dolar (AS)," kata Presiden Prabowo kepada Simon Aloysius Mantiri pada hari Senin, dilansir dari Antara.
Instruksi Tegas untuk Pecat Pejabat yang Nakal
Nggak cuma sekadar kasih wejangan, Prabowo juga memberikan "senjata" berupa wewenang penuh kepada Simon buat menyapu bersih oknum-oknum yang nggak beres di internal Pertamina. Presiden meminta Simon untuk nggak ragu-ragu dalam mengambil tindakan tegas. Kalau ada pejabat atau karyawan yang dinilai kerjanya nggak bener atau malah main-main dengan uang negara, perintahnya cuma satu: langsung dipecat tanpa ampun, Gen.
"Tetapi, saudara harus teguh dengan semua jajarannya, dan saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu! Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Gak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari!" ujar Prabowo dengan nada yang sangat serius.
Pertamina Harus Jadi Contoh Nasionalisme yang Kuat
Presiden juga sangat terkesan dengan istilah "Perwira" atau Pertamina Wira yang dipakai oleh Simon dalam laporannya. Bagi Prabowo, semangat patriotik seperti inilah yang harusnya jadi bahan bakar utama buat para pemimpin di Pertamina. Beliau membandingkan semangat ini dengan kemajuan negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang nasionalismenya bener-bener kuat meski nggak punya kekayaan alam sebanyak Indonesia.
Menurut Prabowo, kunci utama dari kesuksesan sebuah organisasi ada pada pemimpinnya. Kalau bosnya saja sudah berani main curang, maka anak buahnya nggak akan pernah punya semangat buat kerja jujur. Prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo atau memberi contoh dari depan harus bener-bener diterapkan di Pertamina yang merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia di daftar Fortune 500.
"Jadi pemimpin itu harus Ing Ngarso Sung Tulodo, memberi contoh. Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat," sambung Presiden. Harapannya, manajemen yang amanah ini bisa mengelola kekayaan bangsa sebaik mungkin demi kesejahteraan rakyat banyak, Gen.
Menurut Gen, apakah instruksi tegas buat "langsung pecat" ini bakal beneran bikin oknum-oknum di Pertamina jera dan bikin harga BBM makin stabil ke depannya?