Iraola Soroti Kartu Merah Gravenberch Usai Liverpool Dibantai Man City 0-3

Genvoice.id | 12 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menilai kartu merah Ryan Gravenberch menjadi titik balik kekalahan 0-3 dari Manchester City pada pekan keenam Liga Inggris 2026-2027. Menurutnya, Liverpool mampu mengimbangi permainan lawan sebelum kehilangan satu pemain di Stadion Anfield, Minggu (12/10/2026).

Liverpool sempat menunjukkan performa positif pada awal pertandingan. Namun, situasi berubah setelah Gravenberch menerima kartu merah pada menit ke-62 akibat dua kartu kuning.

Manchester City kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak tiga gol pada babak kedua. Erling Haaland membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-65, disusul gol Jeremy Doku tiga menit kemudian. Rayan Cherki melengkapi kemenangan City melalui gol pada menit ke-78.

Iraola menilai pertandingan tersebut terbagi menjadi dua fase, yakni sebelum dan sesudah Gravenberch diusir dari lapangan. Ia menganggap Liverpool tampil lebih baik pada fase pertama, sedangkan Manchester City mengambil kendali setelah unggul jumlah pemain.

"Menurut saya, analisisnya cukup jelas. Saya rasa kami memainkan dua laga yang berbeda, satu bagian sebelum kartu merah, dan satu lagi sejak kartu merah hingga akhir laga," ujar Iraola, dikutip dari laman resmi Liverpool.

"Saya berpendapat kami adalah tim yang lebih baik hingga momen kartu merah itu terjadi pada menit ke-62. Sementara itu, mereka jelas tampil lebih baik daripada kami setelah kartu merah tersebut dan berhasil mencetak gol," lanjutnya.

Iraola Apresiasi Perjuangan Liverpool

Meski Liverpool kalah dengan selisih tiga gol, Iraola tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menilai skuad The Reds telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan, termasuk ketika harus bermain dengan 10 orang.

Pelatih asal Spanyol tersebut juga memuji dukungan suporter Liverpool yang terus memberikan atmosfer positif sebelum, selama, hingga setelah pertandingan.

"Namun, menurut saya para pemain layak mendapatkan apresiasi hari ini karena mereka telah mengerahkan segalanya," katanya.

Iraola menambahkan bahwa Liverpool sempat menciptakan sejumlah peluang dan memperlihatkan permainan positif sebelum kartu merah mengubah jalannya laga. Baginya, penampilan tersebut tetap menjadi hal penting meski timnya akhirnya kalah telak.

"Tentu saja, saat kalah 0-3, hal itu mungkin tidak terlihat banyak artinya, tetapi menurut saya itu tetaplah penting," imbuhnya.

Iraola Pertanyakan Kartu Kuning Pertama Gravenberch

Selain menyoroti dampak kartu merah, Iraola turut mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan kartu kuning pertama kepada Gravenberch. Ia menilai pelanggaran tersebut terlalu ringan untuk diganjar kartu kuning.

Menurut Iraola, insiden itu terjadi di area tengah lapangan dan tidak menimbulkan ancaman berarti bagi Liverpool. Ia juga menyoroti bahwa wasit sempat membiarkan permainan berlanjut sebelum akhirnya memberikan hukuman kepada gelandang tersebut.

"Menurut saya, pelanggaran pertama Ryan itu sama sekali bukan pelanggaran yang layak diganjar kartu kuning, sama sekali tidak. Dalam pertandingan seperti ini, kejadiannya hanya sekadar menginjak ujung jari kaki atau sesuatu yang tergolong ringan," ungkapnya.

Iraola juga mempertanyakan alasan wasit mengeluarkan kartu kuning dalam situasi tersebut. Menurutnya, Liverpool masih memiliki banyak pemain di belakang bola sehingga pelanggaran itu tidak berada dalam kondisi yang membahayakan tim.

"Saya tidak mengerti mengapa dia kemudian mengeluarkan kartu kuning, karena situasinya bukan saat tim lawan sedang dalam posisi menguntungkan," tuturnya.

"Kami memiliki sembilan pemain di belakang bola, kejadiannya di tengah lapangan, dan tidak ada ancaman bahaya di sana," pungkas Iraola.

Kekalahan ini membuat Liverpool gagal mengamankan poin di kandang sendiri. Sementara itu, Manchester City membawa pulang kemenangan 3-0 setelah memaksimalkan keunggulan jumlah pemain pada babak kedua.