Houthi Serang Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas Termasuk WN AS dan Mesir

Genvoice.id | 12 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebanyak 12 orang tewas dalam serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Bandara Riyadh, Arab Saudi. Korban meninggal dunia berasal dari sejumlah negara, mulai dari Arab Saudi, Amerika Serikat (AS), Mesir, hingga negara lainnya.

12 Korban Tewas Berasal dari 7 Negara

Berdasarkan pernyataan otoritas penerbangan sipil, serangan tersebut juga menyebabkan 309 orang mengalami luka-luka. Insiden ini membuat aktivitas di Bandara Riyadh dihentikan sementara hingga situasi keamanan dinyatakan memungkinkan.

Korban tewas dalam serangan tersebut terdiri dari empat warga negara Arab Saudi dan dua warga Bangladesh. Sementara itu, masing-masing satu korban berasal dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sejumlah Negara Keluarkan Peringatan Keamanan

Serangan terhadap bandara tersebut mendapat perhatian dari sejumlah negara karena lokasi kejadian menjadi salah satu titik penting dalam aktivitas penerbangan di Arab Saudi. Sejumlah kedutaan besar asing kemudian mengeluarkan imbauan keamanan kepada warga negaranya yang berada di wilayah tersebut.

Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat meminta warga mereka untuk menjauhi Bandara Riyadh serta mengikuti seluruh instruksi keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat. Imbauan itu dikeluarkan setelah adanya laporan mengenai serangan baru kelompok Houthi terhadap kawasan bandara.

Ada Laporan Perintah Evakuasi di Bandara Riyadh

Kedutaan Besar Spanyol melalui platform X menyebut peringatan tersebut berkaitan dengan adanya serangan baru yang dilakukan kelompok Houthi di Bandara Riyadh. Sebelumnya, sejumlah saksi mata juga menyebut adanya perintah evakuasi di lokasi tersebut.

Serangan itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan. Operasional Bandara Riyadh untuk sementara dihentikan sebagai bagian dari langkah keamanan setelah serangan terjadi.

Trump Pertimbangkan Keterlibatan AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan terkait kemungkinan keterlibatan negaranya dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran. Trump mengatakan keputusan mengenai langkah tersebut akan segera diambil setelah pihaknya mengetahui adanya serangan terbaru di Bandara Riyadh.

"Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump juga menegaskan bahwa pemerintah AS bergerak cepat dalam merespons perkembangan tersebut. "Kami bertindak sangat cepat," lanjutnya.

Operasional Bandara Riyadh Dihentikan Sementara

Serangan terhadap Bandara Riyadh kini menjadi perhatian internasional karena melibatkan korban dari berbagai kewarganegaraan. Penghentian sementara operasional bandara dan imbauan dari sejumlah negara menjadi bagian dari langkah keamanan setelah serangan tersebut.

Situasi di sekitar Bandara Riyadh masih menjadi perhatian menyusul jatuhnya korban jiwa dan ratusan orang yang mengalami luka-luka. Perkembangan terkait keamanan serta aktivitas penerbangan di bandara tersebut masih menunggu keputusan dari otoritas setempat.