Zidane Iqbal, Ex Pemain Manchester United yang Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Genvoice.id | 12 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, nama Zidane Iqbal mungkin belum terlalu familiar di telinga banyak penggemar sepak bola Indonesia sebelum laga melawan Irak. Tapi setelah pertandingan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu (12/10/2025), semua mata langsung tertuju padanya. Pemain muda ini sukses memupus harapan Garuda untuk melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan satu gol krusial di babak kedua.

Masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, Zidane Iqbal langsung mengubah arah permainan Irak. Bersama Youssef Amyn, ia jadi motor serangan baru yang membuat pertahanan Indonesia kelimpungan. Serangan demi serangan Irak mulai lebih terorganisir dan berbahaya-hingga akhirnya, gol yang ditunggu-tunggu pun datang.

Berawal dari umpan matang Youssef Amyn, Zidane menggiring bola dengan tenang di kotak penalti. Upaya Calvin Verdonk untuk menghalangi pergerakannya tak cukup kuat. Sepakannya ke pojok kiri bawah gawang Maarten Paes membuat Garuda terdiam. Gol itu jadi satu-satunya yang tercipta malam itu dan memastikan kemenangan 1-0 untuk Irak.

Kekalahan tersebut menutup peluang Indonesia untuk lolos, bahkan lewat jalur playoff. Sementara bagi Irak, kemenangan ini membuka peluang besar untuk melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Tapi siapa sih sebenarnya Zidane Iqbal?
Pemain berusia 22 tahun ini lahir di Manchester, Inggris, pada 27 April 2003. Darah sepak bolanya mengalir dari dua budaya-ayahnya berasal dari Pakistan, sementara ibunya dari Irak. Zidane memulai karier sepak bolanya di klub kecil Sale United sebelum akhirnya direkrut oleh akademi Manchester United saat berusia delapan tahun.

Debut profesionalnya datang pada Desember 2021 dalam ajang Liga Champions saat MU menghadapi Young Boys. Ia masuk menggantikan Jesse Lingard di menit ke-89. Walau hanya bermain sebentar, momen itu bersejarah. Zidane jadi pemain Irak pertama yang tampil untuk Manchester United sekaligus pemain Asia Selatan pertama yang bermain di Liga Champions untuk klub tersebut.

"Rasanya luar biasa, saya telah bekerja selama ini untuk mendapatkan kesempatan ini," kata Zidane kepada MUTV setelah laga debutnya.
"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ini baru awal dan semoga saya bisa terus maju."

Namun kariernya di Old Trafford tak berlangsung lama. Setelah dua musim di akademi senior, Zidane hijrah ke klub FC Utrecht di Belanda pada Juni 2023. Di sanalah ia mulai mendapat menit bermain reguler, bahkan sempat satu tim dengan pemain keturunan Indonesia, Miliano Jonathans.

Kini, bersama Irak, Zidane Iqbal sudah mencatat 19 penampilan dan dua gol-salah satunya yang baru saja menyakitkan untuk Timnas Indonesia. Dengan usia yang masih muda dan bakat besar yang dimiliki, bukan tidak mungkin Zidane akan jadi wajah masa depan sepak bola Irak di panggung dunia.

Gen, meski golnya menyakitkan untuk kita, permainan Zidane Iqbal membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin bisa membawa siapa pun menuju panggung tertinggi sepak bola dunia.