Patrick Kluivert Gagal Total, Indonesia Gigit Jari di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Tak Ada yang Bisa Dibanggakan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekecewaan besar.
Harapan untuk mencatat sejarah lolos ke ajang paling prestisius itu pupus di babak keempat. Seluruh elemen masyarakat kini tersorot secara tajam ke arah pelatih, Patrick Kluivert.
Meneer Belanda berusia 49 tahun itu datang dengan nama besar dan janji besar. Tapi, apa yang terjadi di lapangan justru jauh dari ekspektasi. Dalam delapan laga yang dijalani Indonesia di bawah Kluivert, hasilnya cuma tiga kali menang, satu imbang, dan empat kali kalah. Yang paling bikin sakit, kekalahan datang saat menghadapi tim-tim top Asia seperti Jepang (0-6), Australia (1-5), Irak (0-1), dan Arab Saudi (2-3).
Secara klasemen, Indonesia finis sebagai juru kunci Grup B di babak keempat. Mimpi ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko harus dikubur dalam-dalam.
Yang bikin publik tambah heran, perjalanan Indonesia sebelumnya justru cukup meyakinkan di tangan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu membawa Skuad Garuda melewati babak pertama hingga pertengahan babak ketiga dengan 14 pertandingan yang cukup solid.
Bahkan, kemenangan 2-0 atas Arab Saudi sempat membuka asa. Tapi secara mengejutkan, pada awal 2025, PSSI justru mengakhiri kerja sama dengan STY lebih awal, padahal performanya lagi naik.
Sebagai gantinya, datanglah Patrick Kluivert, yang diperkenalkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Kluivert tidak sendiri. Ia membawa tim pelatih dari Belanda, termasuk nama-nama seperti Denny Landzaat, Alex Pastoor, dan Gerald Vanenburg. Bahkan Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyebut tim ini sebagai "staf pelatih terbaik dalam sejarah sepakbola Indonesia."
Sayangnya, performa di lapangan tidak seindah narasi di atas kertas. Dari delapan laga, Indonesia kebobolan 15 gol dan hanya bisa mencetak 11. Khusus di ajang Kualifikasi Piala Dunia, hanya lima gol yang berhasil dilesakkan.
Pengamat sepakbola nasional, Mohamad Kusnaeni, pun angkat suara. Menurutnya, tidak ada yang bisa dibanggakan dari era Kluivert sejauh ini.
"Secara statistik saja, kinerja timnas di tangan Kluivert tidak menunjukkan hasil yang bisa dibanggakan," kata Bung Kus.
Ia juga menyoroti kegagalan Kluivert dalam laga-laga besar, terutama saat menghadapi lawan-lawan kuat.
Setelah semua yang terjadi, akankah PSSI terus mempercayakan Kluivert hingga kontraknya habis pada Desember 2027? Atau justru mengambil langkah tegas lebih cepat?
Kegagalan lolos ke Piala Dunia lagi-lagi menyisakan kekecewaan. Dan nama Patrick Kluivert, sejauh ini, justru lebih memperpanjang daftar pelatih asing yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi pecinta sepakbola Tanah Air.