iPhone 17 Baru Launching, Kok Saham Apple Malah Anjlok?

Genvoice.id | 12 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, Apple baru aja bikin geger dunia dengan acara besar rilis iPhone 17 dan iPhone Air. Biasanya momen kayak gini bikin saham perusahaan teknologi raksasa itu melesat. Tapi yang terjadi sekarang malah kebalikannya. Saham Apple justru dapat peringatan keras dari analis.

Perusahaan sekuritas Phillip Securities resmi nurunin rekomendasi saham Apple dari "Neutral" jadi "Reduce". Target harganya tetap dipatok di kisaran US$ 200. Artinya, investor diingatkan buat nggak terlalu berharap banyak dalam jangka pendek.

Kenapa bisa begitu? Jawabannya ada di inovasi yang dianggap belum memenuhi ekspektasi. Banyak investor nunggu gebrakan besar di bidang kecerdasan buatan (AI), tapi kenyataannya Apple cuma kasih peningkatan yang sifatnya biasa aja. Kamera lebih oke, layar lebih canggih, baterai lebih tahan lama-semua bagus, tapi tetap terasa evolusi kecil, bukan revolusi.

Kondisi ini bikin banyak orang mikir ulang soal upgrade ke iPhone terbaru. Apalagi persaingan makin ketat, khususnya di Tiongkok. Brand lain hadir dengan spesifikasi mirip tapi harga jauh lebih ramah di kantong. Ditambah lagi, Apple masih harus mikirin tarif, biaya modal tinggi, sampai tekanan global lain yang bisa ngefek ke bisnisnya.

Meski begitu, jangan salah Gen, nggak semua analis kasih pandangan suram. Beberapa firma riset ternama kayak BofA, Rosenblatt, Melius Research, dan Evercore ISI malah optimis. Mereka naikin target harga saham Apple karena yakin model iPhone Air bisa jadi magnet baru buat pasar. Selain itu, pendapatan dari layanan dan fitur-fitur baru Apple dianggap masih punya potensi gede ke depan.

Bahkan sebelum pasar buka, sentimen positif dari investor ritel udah mulai keliatan. Walau saham Apple sempat anjlok beberapa hari sebelumnya, kekuatan brand dan ekosistem Apple bikin banyak pihak yakin kalau raksasa teknologi ini masih punya ruang gede buat terus tumbuh.

Singkatnya, peluncuran iPhone 17 memang belum bikin pasar meledak, tapi Apple tetap jadi pemain besar yang susah disaingin. Pertanyaannya sekarang, apakah langkah berikutnya Apple bakal benar-benar kasih gebrakan AI yang ditunggu semua orang?