Haram Band Hardcore asal New York rilis Album Baru, Beri Penghormatan untuk Affan Kurniawan dan Munir

Genvoice.id | 12 Sep 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Ada kabar menarik dari band luar, nih, Gen. Band hardcore punk asal New York, Haram, baru saja merilis album baru berjudul Why Does Paradise Begin in Hell?. Album ini bukan hanya menyuguhkan musik keras dengan ciri khas lirik Arab, tapi juga menyisipkan penghormatan khusus untuk dua nama dari Indonesia: Affan Kurniawan dan Munir.

Haram dikenal di kancah musik hardcore dengan gaya khas: vokal agresif, riff gitar cepat, dan lirik yang berani. Uniknya, sebagian besar lirik mereka ditulis dalam bahasa Arab, menegaskan identitas budaya dan perlawanan yang mereka bawa di panggung internasional. Album terbaru mereka, Why Does Paradise Begin in Hell?, kembali menegaskan karakter tersebut.

Salah satu hal yang membuat album ini jadi sorotan adalah adanya tribute khusus untuk Affan Kurniawan dan Munir. Menurut laporan Hai Online, kedua nama tersebut disebut dalam album booklet kaset sebagai bentuk penghormatan. Meski detail teknis tribute itu belum dijelaskan secara resmi, langkah ini dianggap signifikan mengingat Munir dikenal luas sebagai pejuang HAM, sementara Affan Kurniawan kerap dikaitkan dengan gerakan aktivisme di Indonesia.

Kabar tribute ini langsung memicu reaksi hangat dari publik. Para penggemar hardcore di Indonesia ramai membicarakan album tersebut di media sosial, menyebut langkah Haram sebagai bentuk solidaritas lintas negara. Tidak sedikit yang menyebut penghormatan untuk Munir dan Affan sebagai cara musik hardcore menjaga api perlawanan tetap hidup.

Seperti yang dilansir dari Hai, album Why Does Paradise Begin in Hell? lahir setelah dua tahun proses rekaman dan penulisan lagu. Dalam album ini, Haram menyuguhkan 12 track yang dibawakan dengan intens.

Kehadiran tribute ini membuktikan bahwa perjuangan tokoh Indonesia juga bisa bergema di kancah internasional. Bagi kalian yang ingin beli album kaset ini, di Indonesia sudah tersedia lewat Disaster Records per tanggal 11 September 2025.