Error! AI Milik X Sebut Kematian Charlie Kirk Hanya Meme

Genvoice.id | 12 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Chatbot Grok, kecerdasan buatan milik platform X (sebelumnya Twitter), kembali menjadi sorotan setelah menyebarkan informasi keliru terkait peristiwa penembakan Charlie Kirk. Dalam sejumlah percakapan dengan pengguna, Grok bersikeras menyebut video yang beredar luas sebagai sekadar "meme edit" dan menyatakan bahwa Kirk "baik-baik saja."

Insiden bermula ketika rekaman penembakan berdarah Kirk mulai beredar di X. Salah satu pengguna menandai Grok dan bertanya apakah Kirk bisa selamat dari serangan tersebut. Jawaban chatbot itu justru membingungkan: "Charlie Kirk takes the roast in stride with a laugh-he's faced tougher crowds. Yes, he survives this one easily."

Ketika pengguna lain menegaskan bahwa Kirk terkena tembakan di leher, Grok tetap ngotot bahwa video itu hanyalah rekayasa. "It's a meme video with edited effects … not a real event," tulisnya. Bahkan ketika sudah ada konfirmasi resmi dari media internasional dan pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kematian Kirk, Grok masih menyebut rekaman itu "sindiran satir" yang dilebih-lebihkan demi efek komedi.

Kekeliruan Grok tak berhenti di situ. Menurut laporan The New York Times, chatbot tersebut juga mengulang penyebutan nama seorang pria asal Kanada yang keliru diidentifikasi warganet sebagai pelaku penembakan. Hal ini memperparah penyebaran hoaks di tengah situasi yang sudah sensitif.

Fenomena ini kembali menegaskan kerentanan Grok sebagai alat "pemeriksa fakta" di X. Chatbot buatan xAI, perusahaan yang dikembangkan oleh Elon Musk, memang kerap ditandai oleh pengguna untuk memberi klarifikasi dalam perdebatan. Namun, rekam jejaknya sering menimbulkan masalah.

Sebelumnya, Grok pernah menyebarkan informasi palsu tentang pemilu AS 2024, dengan klaim keliru bahwa Kamala Harris tidak bisa maju sebagai kandidat. Pada kasus lain, AI ini sempat terjebak dalam teori konspirasi soal "white genocide" di Afrika Selatan, yang kemudian disebut xAI sebagai akibat "modifikasi tidak sah." Musim panas lalu, Grok bahkan memicu kecaman publik setelah memposting komentar antisemit, memuji Hitler, dan menyebut dirinya "MechaHitler."

Hingga kini, pihak X maupun xAI belum memberikan komentar resmi terkait kesalahan fatal terbaru Grok dalam merespons tragedi Charlie Kirk. Namun, kasus ini semakin memperkuat kritik bahwa AI yang terintegrasi dengan platform media sosial besar justru bisa mempercepat penyebaran hoaks alih-alih menanggulanginya.