Dulu Dibilang Kekanak-kanakan, Kini Dedi Fadim Punya 500 Action Figure Marvel dan Komunitas Resmi yang Diakui Marvel AS!

Genvoice.id | 12 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dari dicibir hingga diakui langsung oleh Marvel Amerika Serikat, perjalanan Dedi Fadim sebagai kolektor dan pendiri Komunitas Marvel Indonesia (KMI) adalah bukti nyata bahwa hobi bisa jadi prestasi!

Bertahun-tahun ia menerima komentar miring seperti "buang-buang waktu" dan "kekanak-kanakan", tapi Dedi tak gentar. Kini, dia memiliki lebih dari 500 action figure Marvel dan mengelola komunitas resmi penggemar Marvel yang diakui langsung oleh Marvel Entertainment.

Kecintaan Dedi terhadap karakter Marvel dimulai sejak bangku SMP, ketika ia rutin mengoleksi komik-komik superhero. Ia mengaku tertarik dengan penggambaran karakter yang realistis dan plot yang seimbang antar tokoh.

Pada 2007, Dedi mulai merambah ke dunia action figure, dimulai dari Iron Man versi kostum emas klasik. Sejak itu, koleksinya berkembang pesat. Dari yang awalnya hanya beberapa, kini mencapai lebih dari 1.000 buah, meski sebagian sudah ia jual karena keterbatasan ruang.

"Rasanya senang bisa lihat sosok superhero idola tiap hari," kata Dedi yang kini berusia 36 tahun.

Koleksi itu tak main-main. Banyak di antaranya adalah edisi eksklusif yang hanya dijual di ajang bergengsi seperti San Diego Comic-Con (SDCC), bahkan ada yang bertanda tangan aktor asli atau perwakilan resmi Marvel!

Bukan tanpa tantangan. Mulai dari barang hilang saat pengiriman, biaya bea masuk tinggi, hingga kemasan action figure yang menguning akibat udara laut di kawasan rumahnya di Priok, Jakarta Utara. Ia akhirnya memindahkan semua koleksinya ke ruang khusus yang kini menjadi toko sekaligus markas komunitas, Marv's Toys, di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Di sana, koleksi rapi tersimpan dalam lemari kaca dua lantai. Lantai 1 dipenuhi action figure; lantai 2 penuh komik, buku, hingga majalah film Marvel. Totalitas tanpa batas!

Tak ingin menikmatinya sendirian, Dedi bersama empat temannya menggagas Komunitas Marvel Indonesia (KMI) pada 2009. Uniknya, mereka mengirim email ke Marvel langsung untuk meminta izin mendirikan komunitas resmi.

Tiga bulan kemudian, balasan mengejutkan datang: Marvel menyetujui pembentukan KMI, asalkan tidak bersifat komersial. Email balasan itu bahkan masih disimpan sebagai bukti autentik.

Kini KMI punya ratusan anggota yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Manado, dan berbagai kota lainnya. Mereka aktif mengadakan nonton bareng, cosplay, diskusi komik/film, hingga ikut serta di pameran pop culture seperti Indonesia Comic-Con.

Puncaknya terjadi pada tahun 2014, ketika C.B. Cebulski, petinggi Marvel dan Vice President of Brand Development, datang langsung ke stan KMI di event Indonesia Toys & Game Comic-Con.

"Cebulski kagum karena jarang menemukan komunitas fans Marvel seaktif dan sesolid ini," kenang Dedi bangga.

Apa yang dulu dianggap kekanak-kanakan kini menjadi legacy yang membanggakan. Koleksi yang luar biasa, komunitas yang solid, dan pengakuan dari Marvel langsung menjadi bukti bahwa passion yang ditekuni dengan konsisten bisa membawa ke titik tertinggi.

Siapa sangka, dari Iron Man satu buah, kini Dedi memiliki "tentara" superhero Marvel di belakangnya. Bahkan, dia telah menginspirasi ratusan orang lainnya untuk mengikuti jejaknya!