Baru Satu Perunggu! Indonesia Turunkan 11 Judoka di Hari Kedua Kejuaraan Asia, Target Bangkit di Kandang Sendiri!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tim Judo Indonesia belum menyerah! Setelah hanya meraih satu medali perunggu pada hari pertama Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025, kini Indonesia menurunkan 11 judoka muda untuk tampil habis-habisan di hari kedua kompetisi yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (13/9).
Sebanyak 11 judoka putra dan putri dari kategori kadet (usia 15-17 tahun) siap berlaga di berbagai kelas mulai dari -57 kg hingga +90 kg. Harapan kini tertumpu pada para atlet muda ini untuk menambah pundi-pundi medali bagi Merah Putih.
Pada hari pertama, Indonesia mengirimkan sembilan judoka dari kelas -44 kg hingga -66 kg. Dari seluruh wakil, hanya dua judoka kelas -44 kg yang berhasil melaju hingga perebutan medali perunggu: Nahella Nadzwa Sabilla dan Layzenri Octa.
Layzenri Octa tampil gemilang di babak repechage setelah sebelumnya kalah dari finalis. Ia lolos ke partai perebutan medali perunggu dan bertemu rekan senegaranya, Nahella Nadzwa Sabilla, yang gagal di semifinal.
Laga sesama Indonesia itu berakhir dengan kemenangan Sabilla, yang mencetak satu poin waza-ari hingga waktu habis, memastikan medali perunggu pertama bagi Indonesia.
Sementara itu, judoka lainnya harus tersingkir lebih awal, kalah di babak pembuka dan tidak berhasil melaju dari repechage.
Dengan kekuatan penuh 11 atlet tambahan, Indonesia berharap bisa menambah medali dan menampilkan performa lebih baik di hadapan publik sendiri. Kejuaraan ini menjadi momen penting pembelajaran, sekaligus ujian mental dan teknik bagi para judoka muda Indonesia.
"Kejuaraan ini adalah kesempatan emas bagi para atlet muda kita untuk memahami standar internasional sejak dini," ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Ketua Umum PB PJSI.
Turnamen judo tingkat Asia ini diikuti oleh 394 atlet dari 22 negara, dan akan berlangsung hingga 15 September 2025.
Dukungan penuh publik tanah air diharapkan bisa menjadi bahan bakar semangat tambahan bagi para judoka Merah Putih.