AS Kibarkan Bendara Setengah Tiang Menghormati Charlie Kirk yang Tewas Tertembak
WASHINGTON- Gedung Putih mengibarkan bendara Amerika Serikat (AS) setengah tiang sebagai penghormatan kepada Charlie Kirk, komentator politik beraliran konservatif asal AS yang tewas tertembak dalam sebuah acara kampus di sebuah universitas di barat negara bagian Utah, Rabu (10/9).
Sementara itu, pihak Utah Valley University mengonfirmasi bahwa tidak ada tersangka yang ditahan setelah penembakan, yang terjadi sekitar pukul 12.20 siang waktu setempat (01.20 WIB Kamis dini hari), tak lama setelah Kirk mulai berpidato di kampus Orem.
"Kampus segera dievakuasi. Kampus ditutup dan kelas dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kami meminta mereka yang masih berada di kampus untuk tetap di tempat sampai petugas polisi dapat mengawal mereka keluar kampus dengan aman," kata juru bicara Ellen Treanor dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Antara.
Treanor mengatakan penembakan tersebut sedang diselidiki oleh Departemen Kepolisian Orem setempat, kepolisian universitas, FBI, dan Departemen Keamanan Publik Utah.
Dalam rekaman yang diunggah di media sosial menggambarkan, Kirk nampak sedang duduk di bawah kanopi sambil berbicara kepada ratusan mahasiswa yang berkumpul di Utah Valley University. Ketika mendengar suara tembakan, Kirk terlihat mundur, sedangkan para mahasiswa mulai berhamburan melarikan diri.
Dalam video terpisah yang diambil dari dekat tempat Kirk berbicara, nampak jelas menunjukkan sebuah peluru mengenai leher Kirk, yang menyebabkan dia terluka dan kehilangan banyak darah.
Presiden AS, Donald Trump mengonfirmasi bahwa Kirk meninggal dunia setelah ditembak, dengan mengatakan bahwa dia "sudah tiada".
"Charlie Kirk yang hebat, bahkan legendaris, telah tiada. Tidak ada yang memahami atau memiliki hati pemuda di Amerika Serikat lebih baik daripada Charlie," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
"Dia dicintai dan dikagumi oleh semua orang, terutama saya, dan sekarang, dia sudah tiada," kata Trump menyampaikan perasaan dukanya.
Departemen Kepolisian Orem mengatakan tidak memiliki komentar terkait penembakan tersebut.
Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Kash Patel mengatakan bahwa biro tersebut masih memantau dengan cermat laporan penembakan tragis yang menyebabkan terbunuhnya Charlie Kirk.
"Para agen akan segera tiba di lokasi dan FBI mendukung penuh tanggapan dan investigasi yang sedang berlangsung," tulis Patel di platform X.