Laporan 7 Tentara AS Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Genvoice.id | 12 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam bentrokan di kapal induk USS Abraham Lincoln. Sejumlah personel lainnya juga disebut mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi ketika kapal tersebut masih menjalani pengerahan panjang dalam operasi militer AS terkait konflik dengan Iran.

Laporan mengenai bentrokan tersebut disampaikan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, dengan mengutip sumber militer yang disebut mengetahui kejadian. Informasi itu kemudian diberitakan Press TV pada Rabu (12/6/2026).

Menurut laporan tersebut, insiden bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper datang ke USS Abraham Lincoln untuk merespons berbagai keluhan dari awak kapal. Ketidakpuasan tersebut disebut berkaitan dengan lamanya masa penugasan kapal induk dan belum adanya kepastian mengenai kepulangan para personel.

Kehadiran penasihat tersebut dilaporkan mendapat respons negatif dari sejumlah awak kapal. Ia disebut mendapat cemoohan dan lemparan botol air ketika berbicara di hadapan personel Angkatan Laut AS.

Situasi kemudian berkembang menjadi konfrontasi fisik antarpersonel. Laporan Tasnim menyebut sejumlah senjata tajam, termasuk pisau, digunakan dalam perkelahian tersebut.

Akibat bentrokan itu, sedikitnya tujuh personel militer AS dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya terluka. Kondisi di kapal induk tersebut disebut masih tegang setelah kejadian.

Namun, belum ada konfirmasi independen dari militer AS maupun Gedung Putih mengenai laporan tersebut. Informasi mengenai jumlah korban dan kronologi insiden juga masih berasal dari media Iran dan belum diverifikasi oleh pihak berwenang AS.

USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk utama Angkatan Laut AS. Kapal tersebut disebut telah menjalani pengerahan selama ratusan hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia dalam rangkaian operasi militer Washington terkait Iran.

Kapal induk tersebut dilaporkan telah berada di laut selama 208 hari berturut-turut, yang disebut sebagai salah satu periode pengerahan tanpa henti terpanjang bagi kapal induk AS pada era modern. USS Abraham Lincoln hanya sempat melakukan persinggahan singkat di Oman pada Juli lalu.

Panjang masa pengerahan tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di kapal. Sejumlah keluarga personel militer AS sebelumnya menyuarakan kekhawatiran terkait kelelahan, kesehatan mental, serta dampak penugasan panjang terhadap kondisi awak.

Kekhawatiran itu juga disampaikan dalam pertemuan di San Diego pada pekan sebelumnya. Sekitar 200 anggota keluarga personel militer AS disebut mempertanyakan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi awak USS Abraham Lincoln dan belum adanya kepastian waktu kepulangan mereka.

Laporan bentrokan tersebut kini menjadi perhatian karena muncul di tengah sorotan terhadap lamanya masa pengerahan kapal induk dan tekanan yang disebut dialami para awak. Meski demikian, hingga ada keterangan resmi dari pemerintah atau militer AS, informasi mengenai korban tewas dalam insiden tersebut masih perlu diperlakukan sebagai laporan yang belum terverifikasi.