Pinterest Tembus 578 Juta Pengguna, Pendapatan Naik Tajam tapi Tantangan Masih Menghantui

Genvoice.id | 12 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pinterest merilis laporan kinerja terbarunya untuk kuartal kedua 2025, menampilkan pertumbuhan dua digit baik dari sisi jumlah pengguna maupun pendapatan. Meski begitu, ada sinyal bahwa pertumbuhan di pasar utama mulai melambat.

Jumlah pengguna aktif bulanan kini mencapai 578 juta, naik 8 juta dibanding kuartal sebelumnya. Namun, seluruh lonjakan ini berasal dari kategori "Rest of World" atau pasar di luar Amerika Serikat dan Eropa. Justru di Eropa, Pinterest kehilangan 2 juta pengguna, sementara di AS jumlahnya stagnan.

Kondisi ini menjadi catatan penting karena AS dan Eropa adalah sumber pendapatan terbesar Pinterest. Pasar berkembang memang menunjukkan potensi untuk masa depan, tetapi kontribusinya terhadap pendapatan saat ini masih kecil karena sektor periklanan digital di wilayah tersebut belum sematang di negara-negara Barat.

Meski demikian, ada kabar baik: Gen Z kini mencakup setengah dari total pengguna Pinterest. Kelompok ini dikenal memiliki minat belanja online yang tinggi, sehingga menjadi peluang besar bagi platform untuk menggenjot monetisasi.

Pendapatan Pinterest di Q2 2025 mencapai 998 juta dolar AS, naik 17% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kemampuan platform dalam memonetisasi pengguna, termasuk melalui fitur-fitur belanja yang terus disempurnakan.

Pinterest telah memperkenalkan pembaruan seperti rekomendasi Pin yang lebih akurat, kolase berbasis AI, serta fitur pencarian visual yang lebih canggih. Tujuannya jelas: mengubah pengguna menjadi pembeli aktif.

Namun, ketergantungan pada AS dan Eropa tetap menjadi risiko. Jika tren penurunan di Eropa berlanjut, atau jika pasar AS benar-benar mencapai titik jenuh, Pinterest harus mencari cara untuk memaksimalkan nilai dari basis pengguna yang ada. Saat ini, dalam setahun terakhir, AS hanya menambah 3 juta pengguna, dan Eropa 7 juta (meski ada penurunan di kuartal ini).

Dengan sebagian besar penggunanya datang untuk mencari inspirasi belanja, Pinterest masih punya posisi unik di pasar media sosial. Jika mampu terus mengintegrasikan teknologi baru dan memperluas peluang belanja, platform ini berpotensi mempertahankan pertumbuhan pendapatan meskipun akuisisi pengguna baru di pasar utama melambat.

Bagi pengiklan, angka-angka ini menunjukkan bahwa Pinterest tetap relevan dan semakin efisien dalam mengubah minat menjadi transaksi. Tantangannya kini adalah menjaga momentum di tengah perubahan tren dan pasar yang makin kompetitif.