Bongkar Borok AFA, Jurnalis Prancis Sebut Hadiah Piala Dunia Messi dkk Diduga Dicuci Lewat Rekening AS

Genvoice.id | 12 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Euforia kemenangan Tim Nasional Argentina pada ajang bergengsi Piala Dunia 2022 kembali diguncang isu miring. Keberhasilan Lionel Messi dan kawan-kawan dalam menyudahi penantian trofi selama 36 tahun tersebut tidak hanya menorehkan sejarah sepak bola, tetapi juga menghasilkan guyuran hadiah fantastis dari FIFA serta bonus dari konfederasi sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, muncul sebuah tuduhan serius terkait dugaan pengalihan aliran dana hadiah juara dunia. Jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, secara mengejutkan mengklaim bahwa uang hadiah bernilai puluhan juta dolar tersebut tidak langsung disetorkan ke rekening resmi Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), melainkan sengaja diputar melalui skema tertentu.

Molina mengungkapkan bahwa total dana segar yang didapatkan Argentina setelah menjuarai turnamen di Qatar tersebut sangat masif. FIFA tercatat memberikan hadiah utama sebesar 42 juta dolar AS (sekitar Rp680 miliar), sedangkan CONMEBOL mengucurkan bonus tambahan senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp162 miliar).

Alih-alih langsung masuk ke kas negara federasi untuk keperluan pengembangan sepak bola lokal, dana dengan total puluhan juta dolar tersebut disinyalir dialihkan terlebih dahulu ke pihak ketiga.

Bocoran Skema Aliran Dana Melalui Perusahaan di Miami

Dalam investigasi yang dibagikan melalui kanal YouTube pribadinya, Molina membeberkan indikasi adanya praktik pencucian uang dan pengalihan hak komersial melalui jaringan keuangan di Amerika Serikat:

Pengalihan ke Perusahaan AS

Menurut klaim Molina, FIFA mentransfer uang hadiah tersebut ke sebuah perusahaan bernama Tour Pro-Enter yang berbasis di Miami, Amerika Serikat. Perusahaan ini diketahui memegang hak eksklusif dalam mengelola seluruh pendapatan internasional milik AFA, termasuk urusan hak komersial dan kegiatan operasional Timnas Argentina di luar negeri.

Skema Distribusi Rekening

Setelah dana masuk ke Tour Pro-Enter, uang tersebut diduga tidak menetap di satu tempat. Perusahaan ini membuka berbagai rekening di bank-bank raksasa Amerika Serikat, seperti Bank of America, Citibank, Synovus, hingga JP Morgan untuk memecah dan membagi-bagikan nominal uang dalam jumlah besar.

Aliran Jutaan Dolar ke Perusahaan Lain

Molina juga mengidentifikasi adanya transaksi janggal berupa transfer keluar dalam nominal fantastis ke sejumlah perusahaan lain. Transaksi tersebut masing-masing bernilai 14,7 juta dolar AS, 13 juta dolar AS, 10 juta dolar AS, hingga 3 juta dolar AS.

Ia menyayangkan bahwa keringat dan perjuangan para pemain di lapangan justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum. Gol-gol krusial dari Lionel Messi, Angel Di Maria, hingga aksi penyelamatan gemilang kiper Emiliano "Dibu" Martinez disebut hanya menjadi ladang bisnis tersembunyi karena uang hasil juara tidak mengalir ke kas utama federasi, melainkan habis terbagi dan tersebar ke berbagai entitas luar.

Tuduhan yang dilayangkan oleh Romain Molina ini tentu menjadi tamparan keras bagi kredibilitas manajemen internal AFA maupun transparansi finansial FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia.

Jika dugaan pengalihan dana melalui berbagai rekening bank di Amerika Serikat ini terbukti secara hukum, maka kasus ini bisa berkembang menjadi skandal korupsi dan pencucian uang terbesar pasca-Piala Dunia Qatar.

Hingga saat ini, publik dan para pencinta sepak bola masih menunggu klarifikasi serta investigasi lebih lanjut dari otoritas berwenang guna memastikan apakah hadiah kemenangan tersebut benar-benar diselewengkan ataukah murni bagian dari strategi bisnis internasional federasi yang legal.