Tim Medis Brasil Ungkap Penyebab Tragis Juliana Marins Tewas di Gunung Rinjani: Pendarahan Hebat Usai Jatuh!

Genvoice.id | 12 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Juliana Marins tewas tragis di Gunung Rinjani, Tim Medis Brasil pastikan penyebabnya pendarahan hebat akibat jatuh dari ketinggian.

Kabar duka dari dunia petualangan datang dari Gunung Rinjani, Indonesia. Seorang pendaki asal Brasil, Juliana Marins, 26 tahun, ditemukan tewas tragis usai terjatuh saat mendaki.

Laporan terbaru dari Institut Kedokteran Forensik Rio de Janeiro mengonfirmasi bahwa Juliana meninggal karena cedera parah akibat jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pendarahan internal hebat.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui Juliana mengalami cedera poliviseral alias luka di banyak organ vital. Ada patah tulang di bagian panggul, dada, dan tengkorak yang memperkuat dugaan bahwa korban jatuh dari tempat tinggi dengan energi benturan yang besar.

Nggak cuma itu, dokter forensik bahkan menyebut bahwa Juliana meninggal sekitar 10-15 menit setelah jatuh. Sayangnya, jenazah yang sudah dibalsem bikin beberapa analisis forensik jadi sulit dilakukan, termasuk menentukan waktu pasti kematian.

Yang bikin pilu, ada indikasi Juliana sempat merasakan penderitaan fisik dan psikologis sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun, laporan belum bisa memastikan apakah keterlambatan penyelamatan turut berperan dalam kematian tragis itu.

Para ahli menilai, info soal kronologi lengkap kecelakaan masih minim, jadi sulit buat ambil kesimpulan total. Sebelumnya, hasil autopsi di Bali yang dilakukan oleh dr Ida Bagus Putu Alit juga mengungkap detail serupa.

Juliana disebut meninggal sekitar 20 menit setelah terjatuh dengan luka parah hampir di seluruh tubuhnya. Ada luka lecet geser yang menandakan tubuhnya sempat terbentur atau bergesekan dengan benda-benda keras sebelum akhirnya terhenti.

Patah tulang di dada belakang, tulang punggung, dan paha makin memperjelas betapa kerasnya benturan itu. Dokter Alit juga menegaskan, tidak ditemukan tanda-tanda tubuh korban mengecil akibat hipotermia, jadi penyebabnya murni benturan keras, bukan karena kedinginan.

Semoga kabar duka ini bisa jadi pengingat buat kita semua agar selalu hati-hati saat beraktivitas di alam bebas, apalagi di medan ekstrem seperti Gunung Rinjani. Doa terbaik untuk Juliana Marins dan keluarga yang ditinggalkan.