Kejadian Horror di Kereta Sancaka! Batu Tiba-Tiba Hantam Jendela, Wajah Penumpang Wanita Langsung Bersimbah Darah

Genvoice.id | 12 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, Widya, seorang penumpang kereta, mengalami luka parah di wajah dan lehernya akibat pecahan kaca yang dilemparkan saat perjalanan. Awalnya, Widya tidak menyadari betapa seriusnya lukanya hingga teriakan panik dari penumpang lain menyadarkannya.

"Aku kena. Muka penuh darah. Aku bahkan gak sadar sampai orang-orang di sekitar panik dan bilang, 'Mbak, wajah dan leher berdarah,'" ungkapnya dengan suara bergetar.

Pecahan kaca bahkan masuk ke dalam matanya, rambutnya, dan bajunya, menambah kesedihan dari pengalaman traumatis ini. Setelah kejadian, petugas KAI segera mengevakuasi Widya ke gerbong belakang untuk mendapatkan perawatan darurat. Ia kemudian dibawa ke Stasiun Solo Balapan dan dirujuk ke RS Triharsi Surakarta untuk perawatan lebih lanjut.

Sayangnya, kejadian ini bukanlah yang pertama. Rangga, seorang petugas KAI yang mencatat data korban, mengungkapkan bahwa pelemparan kaca kereta sering terjadi, terutama di jalur dari Solo ke arah timur.

"Lemparan kebanyakan daerah Solo ke timur biasanya," ujarnya dalam sebuah video yang beredar.

Menanggapi insiden ini, pihak KAI Daop 6 Yogyakarta segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi. Mereka menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut dan memastikan bahwa dua penumpang yang terdampak akan mendapatkan penanganan medis dan asuransi sesuai prosedur. "Petugas KAI Daop 6 Yogyakarta langsung merespons kejadian tersebut dengan sigap. Setibanya di Stasiun Solo Balapan, dua penumpang terdampak diperiksa dan diobati oleh tim medis serta langsung dirujuk ke RS Triharsi," jelas Humas Daop 6 dalam pernyataan tertulis.

KAI juga berkomitmen untuk meningkatkan keamanan di sepanjang jalur kereta, terutama di titik-titik rawan. Langkah-langkah yang diambil termasuk penambahan kamera pengawas, peningkatan patroli, dan koordinasi lebih erat dengan aparat kepolisian serta masyarakat setempat. "KAI Daop 6 terus memperkuat sistem pengamanan dengan meningkatkan patroli di jalur rawan, memasang kamera pengawas, serta menjalin koordinasi intensif dengan aparat kepolisian dan masyarakat setempat," tambah mereka.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap keselamatan penumpang kereta api di Indonesia. Aksi vandalisme seperti ini tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap keamanan transportasi massal. KAI mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui pelaku atau melihat tindakan serupa demi mencegah insiden berulang di masa depan.