Piala Dunia 2026, Pelatih Ceko Akui Korea Selatan Memang Lebih Layak Menang

Genvoice.id | 12 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kekalahan Republik Ceko dari Korea Selatan di laga perdana Grup A Piala Dunia 2026 menjadi tamparan keras bagi tim asuhan Miroslav Koubek. Bermain pada Jumat (12/6/2026) pagi WIB, Ceko sebenarnya sempat memimpin lebih dulu, tetapi akhirnya harus menyerah dengan skor 1-2.

Hasil tersebut menghentikan catatan positif Ceko yang sebelumnya tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir. Meski kecewa, Koubek memilih bersikap realistis dan mengakui bahwa Korea Selatan memang tampil lebih efektif sepanjang laga.

Sempat Unggul, Ceko Gagal Pertahankan Keadaan

Republik Ceko membuka harapan lebih dulu lewat gol sundulan Ladislav Krejci. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama karena Korea Selatan mampu membalikkan keadaan melalui gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.

Koubek menilai timnya sebenarnya sempat menciptakan beberapa peluang berbahaya. Sayangnya, efektivitas Korea Selatan dan beberapa kesalahan sendiri membuat Ceko harus pulang tanpa poin.

"Kami memang melakukan beberapa kesalahan, tetapi juga menciptakan peluang. Lawan kami sangat cepat, dan tim yang lebih baiklah yang menang," ujar Koubek.

Menurut pelatih berusia 74 tahun itu, kecepatan dan transisi Korea Selatan menjadi faktor yang paling menyulitkan timnya. Ia juga mengapresiasi perjuangan para pemain yang tetap bertarung hingga akhir pertandingan.

"Kami harus berjuang dan kami melakukannya. Sekarang kami harus bangkit dan melanjutkan perjalanan," sambung Koubek.

Lini Serang Jadi Sorotan Utama

Setelah laga, Koubek menyoroti penampilan timnya di sepertiga akhir lapangan. Ia merasa Ceko masih kurang tajam dan kurang kreatif ketika memasuki area pertahanan lawan.

Dua pemain andalan, Patrik Schick dan Pavel Sulc, belum mampu memberikan dampak maksimal dan akhirnya ditarik keluar pada babak kedua karena kelelahan. Cuaca panas di stadion juga disebut ikut memengaruhi performa para pemain.

"Kami harus lebih menyerang dan lebih kreatif di 30 meter terakhir. Dalam aspek menyerang, kami masih memiliki ruang untuk berkembang," jelas Koubek.

Bagi Ceko, kekalahan ini menjadi alarm awal bahwa mereka harus segera memperbaiki efektivitas serangan jika ingin bersaing di fase grup.

Laga Kontra Afrika Selatan Jadi Penentu

Republik Ceko kini tidak punya banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Mereka akan menghadapi Afrika Selatan pada 18 Juni mendatang dalam pertandingan yang bisa sangat menentukan nasib di Grup A.

Koubek menyadari laga berikutnya juga tidak akan mudah. Selain harus memperbaiki permainan, timnya juga dituntut memulihkan kondisi fisik setelah laga pembuka yang menguras tenaga.

"Kami akan menghadapi lawan yang sulit dan kami baru saja menghadapi lawan yang sulit," ujar Koubek.

Ia menambahkan bahwa kelelahan para pemain adalah hal yang wajar karena tim harus bertanding dengan intensitas tinggi sampai menit akhir.

"Itu adalah kewajiban kami untuk bermain hingga akhir pertandingan, jadi jelas para pemain kelelahan," tutur Koubek.

Keluhkan Jadwal Perjalanan Tim

Selain urusan teknis di lapangan, Koubek juga menyinggung jadwal perjalanan yang harus dijalani timnya selama fase grup. Setelah laga melawan Korea Selatan, Ceko dijadwalkan terbang ke Atlanta untuk menghadapi Afrika Selatan.

Meski mengakui kondisi tersebut kurang ideal, ia memilih menerima keputusan penyelenggara dan fokus menyiapkan tim sebaik mungkin.

"Kami hanya harus menjalaninya karena itulah yang sudah direncanakan untuk kami," ungkap Koubek.

Menurutnya, tim logistik Ceko bekerja dengan baik untuk membantu para pemain menghadapi jadwal yang padat dan perjalanan jarak jauh.

"Tim logistik kami bekerja dengan baik, tetapi memang tidak ideal jika kami harus melakukan perjalanan sejauh itu," pungkas Koubek.

Kini, fokus utama Republik Ceko adalah segera bangkit dan menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Kekalahan dari Korea Selatan memang menyakitkan, tetapi perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 masih belum selesai.