Profil Iñaki Godoy, Sosok Monkey D. Luffy yang Sukses Curi Perhatian di One Piece Live Action Musim Kedua

Genvoice.id | 12 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa sih yang nggak kenal dengan sosok kapten bajak laut paling ikonik di dunia saat ini? Iñaki Godoy baru saja kembali menyapa para penggemar lewat penampilannya yang super energik dalam musim kedua serial live-action One Piece yang resmi mengudara di Netflix sejak Selasa, 10 Maret 2026 kemarin.

Sejak pertama kali muncul sebagai wajah utama adaptasi mahakarya Eiichiro Oda, aktor muda berbakat asal Meksiko ini langsung menjadi pusat perhatian dunia. Banyak orang merasa bahwa semangat, tawa, hingga aura ceria yang dibawakan Iñaki benar-benar menghidupkan karakter Monkey D. Luffy dari versi manga ke dunia nyata. Memerankan karakter sebesar Luffy tentu bukan perkara mudah, apalagi ekspektasi dari jutaan penggemar berat di seluruh dunia sangatlah tinggi.

Namun, Iñaki membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar aktor biasa. Ia mampu menampilkan tekad kuat seorang anak muda yang bermimpi menjadi Raja Bajak Laut dengan sangat alami. Kini, seiring dengan petualangan Kru Topi Jerami yang semakin seru menuju Grand Line di musim terbaru, nama Iñaki Godoy makin kokoh sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di industri hiburan global.

Perjalanan kariernya yang inspiratif dari panggung teater lokal hingga menjadi bintang internasional di Netflix adalah cerita yang sangat menarik untuk diikuti. Penasaran nggak sih dengan latar belakang dan bagaimana awal mula ia bisa terpilih oleh sang kreator legendaris sendiri? Yuk, kita bedah lebih dalam mengenai profil cowok yang punya senyum khas ini.

Awal Karier dan Bakat Seni dari Meksiko

Lahir dengan nama lengkap Iñaki Godoy Jasso pada 25 Agustus 2003 di Mexico City, pemuda ini memang sudah punya ketertarikan yang sangat besar pada dunia akting sejak masih bocah. Ia mengawali langkahnya dengan belajar di sekolah teater musikal yang ada di kota kelahirannya. Bakatnya mulai terendus industri televisi saat ia masih menginjak usia remaja. Debut perdananya di layar kaca terjadi pada tahun 2016 lewat serial drama berjudul 'La querida del Centauro'.

Setelah itu, ia nggak berhenti berkarya dan terus muncul di berbagai judul serial berbahasa Spanyol seperti 'Blue Demon' dan 'No Fear of Truth'. Namanya mulai dilirik secara internasional saat ia ikut membintangi serial Netflix yang sempat viral, yaitu 'Who Killed Sara?'. Namun, peran yang benar-benar menunjukkan kemampuan aktingnya di genre fiksi ilmiah adalah saat ia membintangi 'The Imperfects'. Di sana, ia berperan sebagai Juan Ruiz, seorang remaja yang punya kekuatan unik akibat eksperimen genetik. Pengalaman inilah yang perlahan membentuk kematangannya di depan kamera sebelum akhirnya terpilih menjadi sosok Luffy yang kita kenal sekarang.

Restu Langsung dari Sang Kreator Eiichiro Oda

Momen paling bersejarah dalam hidup Iñaki terjadi saat Netflix mengumumkan pencarian pemain untuk proyek ambisius live-action One Piece. Setelah melewati proses audisi global yang sangat panjang dan ketat, Iñaki akhirnya terpilih menjadi pemeran utama. Yang bikin banyak orang merinding adalah fakta bahwa pemilihan ini mendapatkan restu langsung dari sang kreator, Eiichiro Oda. Dalam sebuah video ikonik, Oda-sensei menyampaikan sendiri bahwa Iñaki adalah orang yang paling tepat untuk memakai topi jerami tersebut.

Sejak musim pertama tayang pada 2023, pujian demi pujian terus mengalir untuknya. Iñaki dianggap sukses membawa elemen penting dari Luffy, yaitu keceriaan yang tulus dan semangat pantang menyerah. Keberhasilan ini jugalah yang membawa One Piece lanjut ke musim kedua yang baru saja rilis. Kini, Iñaki Godoy bukan lagi sekadar aktor regional, melainkan ikon baru dalam budaya populer internasional yang membuka jalan bagi lebih banyak proyek besar di masa depan.