Jumlah Warga Jakarta Nggak Mudik Lebaran 2026 Tembus 4 Juta Orang, Siap-Siap Lokasi Wisata Bakal Full Senyum

Genvoice.id | 12 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Momen Lebaran biasanya identik dengan Jakarta yang mendadak sepi karena ditinggal penghuninya pulang kampung. Tapi, sepertinya pemandangan Jakarta yang lowong total nggak bakal sepenuhnya terjadi pada tahun ini. Berdasarkan data terbaru, arus pergerakan orang pada periode Idul Fitri 2026 nanti diperkirakan bakal sangat dinamis dan nggak cuma fokus pada perjalanan keluar kota saja.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sudah memberikan bocoran ngeri-ngeri sedap nih, di mana ada jutaan orang yang diprediksi lebih memilih menghabiskan waktu libur panjang mereka tetap di dalam kota. Fenomena "staycation" atau sekadar jalan-jalan lokal sepertinya masih jadi tren yang kuat di kalangan masyarakat ibu kota.

Sementara jutaan orang sibuk packing buat mudik ke Jawa atau Sumatra, ada jutaan lainnya yang justru sudah mulai bikin list tempat nongkrong atau destinasi wisata hits yang mau dikunjungi bareng keluarga besar tanpa harus kena macet horor di jalur antarprovinsi.

Kondisi ini tentu bikin pemerintah daerah harus kerja ekstra keras karena beban lalu lintas nggak cuma ada di gerbang tol keluar, tapi juga merata di pusat-pusat keramaian kota. Bagi Gen yang berencana tetap di Jakarta, suasana liburan kali ini dijamin tetap hidup dan meriah, meskipun tantangan kemacetan menuju lokasi hiburan tetap harus diwaspadai sejak dini agar agenda liburan nggak berantakan.

Prediksi Jutaan Orang Tetap di Jakarta dan Titik Keramaiannya

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dishub DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, membongkar angka yang cukup mencengangkan dalam sebuah siniar baru-baru ini. Ia memaparkan bahwa meskipun jumlah pemudik keluar Jakarta mencapai angka 6,6 juta orang, jumlah mereka yang bertahan di rumah masing-masing di Jakarta juga nggak main-main.

"Kami perkirakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan yang keluar kota Jakarta diprediksi sekitar 6.653.749 orang dan tidak melakukan perjalanan atau ada di dalam kota sendiri ada 4.024.251 orang," kata Yayat Sudrajat.

Artinya, ada sekitar 4 juta jiwa yang bakal mencari hiburan di dalam kota. Yayat memprediksi lokasi-lokasi wisata legendaris seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, hingga Monumen Nasional (Monas) bakal dipenuhi lautan manusia. Nggak ketinggalan, kawasan modern seperti Pantai Indah Kapuk (PIK), Kota Tua, sampai wisata Kepulauan Seribu juga masuk dalam daftar zona merah kepadatan pengunjung. Selain itu, buat Gen yang suka belanja, siap-siap area Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok bakal jadi pusat konsentrasi massa yang luar biasa padat.

Langkah Tegas Pemerintah dan Antisipasi Kemacetan Parah

Menghadapi potensi serbuan 4 juta warga ke tempat wisata dan pusat belanja, Pemprov DKI Jakarta nggak mau kecolongan. Skema rekayasa lalu lintas sudah mulai digodok matang-matang. Mulai dari rencana sistem contra flow sampai aturan ganjil genap yang kemungkinan bakal tetap diberlakukan untuk menekan volume kendaraan di titik-titik krusial. Dishub juga nggak main-main soal personel, ada 2.082 petugas yang disiagakan untuk menjaga setiap sudut jalanan Jakarta agar tetap kondusif.

Bukan cuma orang, infrastruktur pendukung juga dikerahkan secara masif. Tercatat ada 90 unit mobil patroli dan 90 unit mobil derek yang siap angkut kendaraan bermasalah, ditambah ribuan traffic cone untuk mengatur alur kendaraan di lapangan. Sementara itu, bagi yang tetap mudik, PT Jasa Marga memprediksi puncak arus keluar Jakarta bakal terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran, sedangkan arus balik diprediksi pada 23 Maret 2026.

Data volume kendaraan yang keluar masuk Jakarta selama periode H-10 sampai H+11 diperkirakan mencapai angka 3,5 hingga 3,6 juta kendaraan. Jadi, baik yang mudik maupun yang tetap di Jakarta, semuanya harus ekstra sabar dan pintar-pintar mengatur waktu perjalanan ya.