Kurzawa Jalani Laga Perdana bersama Persib, Ini Kata Bojan Hodak

Genvoice.id | 12 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Layvin Kurzawa akhirnya menjalani laga perdananya bersama Persib Bandung pada ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu tampil sebagai pemain pengganti saat Persib bertandang ke markas Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar, Rabu (11/2) malam WIB.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Ratchaburi tersebut, Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 0-3. Kurzawa masuk ke lapangan pada menit ke-83 menggantikan Alfeandra Dewangga. Meski hanya tampil singkat, bek kiri asal Prancis itu sempat menunjukkan kontribusi lewat satu umpan dari situasi bola mati yang menciptakan peluang emas. Sayangnya, kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan oleh Uilliam Barros maupun Sergio Castel.

Pelatih Persib Bojan Hodak menilai debut Kurzawa belum bisa dijadikan tolok ukur utama. Menurutnya, Kurzawa masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan menyatu dengan permainan tim. Hal yang sama juga berlaku bagi Sergio Castel, yang lebih dulu masuk pada menit ke-57.

"Keduanya adalah pemain baru dan tentu saja membutuhkan waktu untuk menyatu dengan pemain yang lain," ujar Hodak usai pertandingan. Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu tetap optimistis terhadap potensi kedua pemain tersebut. Ia meyakini Kurzawa dan Castel bisa memberi kontribusi besar, khususnya untuk kompetisi Liga 1 Indonesia.

"Mereka memiliki potensi untuk bermain dan membantu kami di liga nanti. Keduanya juga bisa menjadi bagian dari 11 pemain pertama," lanjutnya.

Hodak juga mengakui bahwa menjalani debut langsung di level kompetisi Asia bukanlah perkara mudah. Ia menegaskan adanya perbedaan signifikan antara level liga domestik Indonesia dengan ACL 2. Menurutnya, intensitas dan kualitas permainan lawan menuntut para pemain untuk cepat beradaptasi.

"Level di sini lebih tinggi dari liga kita. Itu tidak mudah, karena terkadang level permainan memang harus dinaikkan," kata Hodak.

Meski kalah dengan skor mencolok, Hodak menilai penampilan anak asuhnya tidak sepenuhnya buruk. Ia menyebut Persib sempat menguasai jalannya pertandingan dan membuat Ratchaburi lebih banyak bertahan, terutama pada babak pertama. Namun, masalah utama Maung Bandung terletak pada penyelesaian akhir yang belum efektif, ditambah penampilan solid kiper Ratchaburi, Kampon Phatomakkakul.

Selain faktor teknis, kondisi cuaca juga disebut berpengaruh besar. Cuaca panas dan tingkat kelembapan tinggi di Ratchaburi membuat para pemain Persib lebih cepat kelelahan.

"Di babak pertama kami bermain cukup baik. Tapi di babak kedua, cuaca di sini lebih panas dan kelembapan udaranya berbeda, sehingga pemain berkeringat lebih banyak dan menguras energi," jelas Hodak.

Persib kini menghadapi tantangan berat pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2). Untuk lolos ke perempat final, Persib wajib menang dengan selisih minimal empat gol. Hodak pun optimistis faktor kandang dan kondisi cuaca di Bandung bisa menjadi keuntungan bagi timnya.