Banjir Jakarta Utara Paksa Ratusan Warga Mengungsi, Wilayah Kebon Bawang Terendam Hingga 60 Cm Malam Ini

Genvoice.id | 12 Jan 2026

JAKATRA, GENVOICE.ID - Banjir besar kembali menghantam wilayah Jakarta Utara setelah hujan deras nggak berhenti mengguyur sejak Senin pagi, Gen. Kondisi ini bener-bener bikin warga di pesisir Jakarta itu kewalahan karena air masuk ke pemukiman dengan sangat cepat sampai bikin aktivitas lumpuh total. Musibah ini makin mengkhawatirkan karena tercatat sebanyak 282 warga dari dua kelurahan harus rela meninggalkan rumah mereka demi menyelamatkan diri ke tempat pengungsian.

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini emang lagi nggak main-main, dampaknya langsung terasa di kawasan pemukiman yang emang jadi langganan genangan. Ratusan orang mulai dari anak-anak sampai lansia sekarang terpaksa bertahan di masjid, mushola, hingga gedung sekolah karena kondisi rumah yang sudah nggak memungkinkan untuk ditempati. Pemerintah pun langsung menetapkan status siaga buat menangani para pengungsi ini supaya kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa darurat. Situasi di lapangan masih sangat dinamis, apalagi debit air di beberapa titik dilaporkan masih cukup tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda bakal surut dalam waktu singkat, Gen.

Berdasarkan data resmi dari BPBD DKI Jakarta yang diupdate sampai pukul 18.00 WIB, pengungsi paling banyak berasal dari Kelurahan Kebon Bawang di Kecamatan Tanjung Priok. Bayangkan saja, ada 257 orang dari 256 kepala keluarga yang harus tidur di lokasi sementara. Lokasi pengungsiannya tersebar di beberapa tempat seperti Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushola Al Ikhlas, Kantor RW, sampai SDN 05 Kebon Bawang. Sementara itu, di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, ada sekitar 25 warga yang mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05.

Titik Terparah Mencapai Ketinggian 60 Sentimeter

Kondisi banjir kali ini emang beda-beda di setiap wilayah, tapi yang paling bikin ngeri ada di Kebon Bawang. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebutkan kalau di kelurahan itu ada lima RT yang terendam air sampai setinggi 60 sentimeter atau sekitar sepinggang orang dewasa. Sedangkan di Kelurahan Tanjung Priok dan Lagoa, ketinggian air terpantau masih di angka 15 sampai 20 sentimeter.

BPBD nggak tinggal diam melihat penderitaan warga ini. Mereka langsung menerjunkan tim gabungan bareng Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, sampai tim Damkar (Gulkarmat) buat melakukan penyedotan air secara massal. Petugas di lapangan sibuk banget buat mastiin saluran air nggak mampet dan semua pompa berfungsi maksimal biar genangan nggak makin naik.

Upaya Pemerintah dan Target Air Surut

Pemerintah sekarang lagi fokus banget buat koordinasi sama lurah dan camat setempat supaya penanganan di lapangan bisa lebih cepat. Selain urusan nyedot air, mereka juga lagi nyiapin bantuan logistik buat para pengungsi supaya mereka tetap bisa makan dan istirahat dengan layak. Harapannya sih, cuaca segera membaik biar air bisa cepat dialirkan ke laut atau sungai terdekat.

"Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat," kata Yohan. Kita doakan saja ya semoga airnya beneran cepat ilang dan saudara-saudara kita di Jakarta Utara bisa balik lagi ke rumah masing-masing buat beraktivitas kayak biasa, Gen. Tetap waspada buat kalian yang tinggal di area rawan banjir!

Menurut Gen, apakah bantuan logistik untuk pengungsi banjir di Jakarta Utara saat ini sudah terdistribusi dengan merata ke semua titik pengungsian?