Kontroversi Panas Menghantui Avatar The Last Airbender Live Action Netflix: Tuduhan Zionisme hingga Skandal Kencan Predatori

Genvoice.id | 11 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Popularitas Avatar: The Last Airbender versi live action Netflix yang meledak sejak tahun lalu kini menghadapi gelombang kontroversi menjelang perilisan Season 2. Meskipun teaser terbaru yang dirilis 10 Desember memicu antusiasme penggemar dengan karakter baru, sorotan cepat bergeser ke tuduhan serius terhadap beberapa aktor utama.

Postingan viral di media sosial merangkum berbagai tuduhan yang kini ramai dibicarakan netizen, menimbulkan perdebatan panas mengenai etika casting, perilaku aktor, dan tanggung jawab produksi.

Daniel Dae Kim Dituduh Mendukung Israel

Daniel Dae Kim, yang memerankan Fire Lord Ozai, menghadapi kritik tajam karena dugaan dukungannya terhadap Israel melalui aktivitas media sosial di masa lalu. Screenshots yang beredar menimbulkan reaksi keras dari penggemar, bahkan beberapa menyebutnya Zionis, menimbulkan pertanyaan terkait apakah keterlibatannya dalam seri seharusnya dipertahankan.

Ian Ousley dan Kontroversi Identitas Asli

Ian Ousley, pemeran Sokka, juga kembali menjadi sorotan karena tuduhan misrepresentasi identitas pribadinya. Sebagai karakter Indigenous, Ousley dikritik karena berasal dari suku yang tidak diakui secara resmi oleh pemerintah AS maupun komunitas Native American yang terdaftar secara federal. Kasus ini memicu debat serius tentang autentisitas dan representasi budaya dalam industri hiburan.

Sebastian Amoruso Dituding Hubungan Predatori

Aktor muda Sebastian Amoruso, pemeran Jet, menghadapi tuduhan hubungan predatori dengan Miya Chec, pemeran Toph. Dugaan ini mencuat karena Amoruso disebut terlalu dekat dengan Miya saat ia masih berusia 17 tahun, dan mulai berkencan ketika Miya berusia 18 tahun.

Netizen menyebut perilaku tersebut tidak pantas dan predatori, memunculkan kritik terhadap budaya di balik layar produksi.

Reaksi Publik dan Dampaknya

Kritik online meluas, mulai dari mempertanyakan keputusan casting, hingga menuntut tanggung jawab dari Netflix dan tim produksi. Banyak penggemar yang kecewa karena kontroversi ini dianggap bisa membayangi antusiasme Season 2, yang sejatinya sangat dinantikan.

Seiring promosi musim kedua berjalan, tuduhan-tuduhan lama ini menambahkan lapisan kontroversi yang serius, membuat penggemar dan publik global menyoroti hubungan antara industri hiburan, perilaku aktor, dan tanggung jawab platform streaming terbesar dunia.