Danantara Ambil Alih Operasional Whoosh, Dony Oskaria: Tanggung Jawab Penuh Operasional
JAKARTA, Genvoice.id - Danantara menyatakan akan mengambil alih proses penyelesaian utang serta operasional strategis pada proyek kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah melalui Danantara akan masuk secara langsung untuk menuntaskan permasalahan keuangan yang membebani proyek tersebut.
Danantara melalui pejabatnya menyampaikan bahwa langkah restrukturisasi utang dan pengambilalihan operasional bukan hanya sekedar "menunda" masalah, tetapi dilakukan secara menyeluruh.
COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan operasional Whoosh sepenuhkan akan menjadi tanggung jawab Danantara seperti yang telah disampaikan Presiden Prabowo.
"Yang sudah disampaikan oleh Pak Prabowo yang untuk operasional tentu akan menjadi tanggung jawab Danantara," ujar Dony saat ditemui di Jakarta, seperti yang dikutip dari CNBC, Selasa (11/11).
Dony juga menyebut bahwa berbagai alternatif solusi sedang disiapkan dan akan diajukan ke pemerintah sebagai bagian dari 22 program strategis Danantara tahun 2025.
"Ini juga solusi terbaik tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara, terutama sekali yang berkaitan dengan operasional Whoosh. Serta ada porsi untuk pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur," tergasnya.
Pada aspek operasional, meskipun belum secara terbuka dijabarkan seluruh detailnya, pengambilalihan mencakup pengelolaan prasarana dan pengaturan ulang peran konsorsium.
Pengambilalihan operasional Whoosh oleh Danantara menunjukkan bahwa pemerintah menegaskan kembali komitmennya terhadap proyek infrastruktur besar dan strategis.
Jika sukses, skema ini bisa menjadi acuan bagi penyelesaian proyek-proyek infrastruktur lainnya yang bermasalah.
Namun, keberhasilan pengambilalihan ini tidak hanya dilihat dari utang yang diselesaikan, tetapi juga dari bagaimana operasional kereta cepat berjalan efisien, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat.