Banjir Rendam 3 Kecamatan di Padang, 672 Warga Mengungsi

Genvoice.id | 11 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (10/10/2026). Berdasarkan pendataan sementara hingga Minggu (11/10/2026), sebanyak 498 jiwa terdampak langsung dan 672 jiwa terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko banjir.

Pemerintah bersama tim gabungan bergerak melakukan evakuasi, mendirikan posko pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan bagi warga terdampak. Penanganan dilakukan dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

Banjir Melanda Tiga Kecamatan di Padang

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Barat hingga Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, genangan air masih merendam sejumlah permukiman warga. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut banjir terjadi di tiga kecamatan dengan total enam kelurahan terdampak.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Enam kelurahan yang masuk dalam pendataan adalah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

Data sementara mencatat sebanyak 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak langsung akibat banjir. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 672 jiwa, dengan mayoritas berada di Kecamatan Kuranji.

"Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas," ujar Berton dalam keterangannya, Minggu.

Sebanyak 238 Warga Berhasil Dievakuasi

Di tengah kondisi banjir, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari lokasi yang dinilai berbahaya. Warga yang dievakuasi kemudian ditempatkan di sejumlah lokasi pengungsian agar mendapatkan perlindungan selama situasi darurat berlangsung.

Berdasarkan data sementara, pengungsi tersebar di tiga titik utama. Sebanyak 367 jiwa ditampung di tenda pengungsian Lapau Munggu serta rumah warga, sementara 250 jiwa berada di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah dan 55 jiwa lainnya menempati Warung Jembatan Guo.

Pemerintah juga mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang meninggalkan rumah akibat banjir. Bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap santap, perlengkapan tidur, kebutuhan anak, hingga perlengkapan keluarga.

Bantuan logistik yang didistribusikan terdiri dari 500 bungkus nasi, 100 selimut, 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit kasur. Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan

Polda Sumatera Barat turut mengerahkan personel gabungan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan banjir. Personel yang dilibatkan berasal dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Polairud, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas.

Petugas dikerahkan ke sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, termasuk Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Berdasarkan laporan yang disampaikan, seluruh warga di wilayah penanganan Polri berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya laporan korban jiwa.

Selain membantu evakuasi, petugas juga mendirikan posko kesehatan dan posko SAR untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat. Layanan tersebut diperlukan agar pengungsi bisa memperoleh pertolongan dan penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan.

Polda Sumbar juga menyiagakan 250 personel khusus untuk melakukan patroli dan menjaga keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat mengungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan permukiman selama warga berada di lokasi pengungsian.

Anak-anak dan Lansia Jadi Perhatian

Dalam penanganan banjir, kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) mendapat perhatian khusus. Petugas bersama unsur terkait berupaya memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama berada di pengungsian.

Pakaian ganti juga dibagikan kepada warga yang basah kuyup akibat banjir. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga kenyamanan dan membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi darurat.

Penanganan banjir di Kota Padang masih disertai proses pendataan dan pemutakhiran informasi oleh petugas. Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemantauan kondisi di wilayah terdampak untuk memastikan keselamatan masyarakat.