Dari Shin-Tae-yong Hingga Patrick Kluivert, Perjuangan Timnas Indonesia Selama 731 Hari Mengejar Piala Dunia Harus Kandas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Selama dua tahun penuh, tepatnya 731 hari, Skuad Garuda menempuh 20 pertandingan, mencatat delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan delapan kekalahan. Meski tak berhasil melangkah hingga putaran final, perjuangan mereka menciptakan sejarah baru bagi sepak bola nasional dan kawasan Asia Tenggara.
Langkah Indonesia dimulai pada 12 Oktober 2023, saat menghadapi Brunei Darussalam di Putaran 1.
Dalam dua leg tersebut, Indonesia menang telak 6-0 di kandang dan tandang, namun saat itu belum ada yang membicarakan peluang nyata menuju Piala Dunia.
Perjalanan sesungguhnya dimulai di Putaran 2, yang justru diawali dengan hasil mengecewakan, kekalahan 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 melawan Filipina. Namun, kemenangan 1-0 atas Vietnam di Jakarta menjadi titik balik penting. Sejak saat itu, kepercayaan diri tim mulai tumbuh, dan harapan pun mulai menguat.
Timnas Indonesia kemudian mengakhiri Putaran 2 sebagai runner-up Grup F. Capaian ini tidak hanya memastikan satu tempat di Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi juga mengantar Indonesia ke Piala Asia 2027, sebuah langkah besar yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh skuad Garuda.
Di Putaran 3, Indonesia tampil lebih percaya diri dan tangguh meski harus bersaing dengan raksasa-raksasa Asia.
Berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi, Timnas Indonesia mampu mengumpulkan 12 poin, termasuk kemenangan gemilang atas Bahrain, China, dan Arab Saudi.
Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang menembus Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, prestasi yang belum pernah dicapai oleh Vietnam maupun Thailand.
Namun, Putaran 4 menjadi ujian sesungguhnya. Bertemu kembali dengan Arab Saudi dan Irak, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan. Kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi dan hasil 0-1 dari Irak pada laga pamungkas yang berlangsung di Stadion King Abdullah pada Minggu (12/10) dini hari WIB menjadi akhir dari perjuangan panjang itu.
Hasil ini membuat Indonesia menempati posisi juru kunci di Grup B Putaran 4, sekaligus menutup peluang untuk lolos ke babak play-off antarkonfederasi.
Meski gagal mencapai Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kiprah Timnas Indonesia patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya.
Sebagai satu-satunya tim dari ASEAN yang mampu melangkah sejauh ini sejak Putaran 1, Indonesia telah menorehkan tonggak sejarah yang layak dikenang.
Secara statistik, dari 20 laga yang dimainkan, Indonesia mencetak 29 gol dan kebobolan 33, dengan selisih gol -4.
Meski belum sempurna, fondasi masa depan sudah terbentuk. Skuad Garuda tak hanya membuktikan diri mampu bersaing, tetapi juga memberi harapan baru bahwa impian tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar mimpi kosong.
Kini, fokus akan beralih ke Piala Asia 2027. Dengan modal pengalaman luar biasa selama dua tahun terakhir, Timnas Indonesia membawa harapan besar untuk tampil lebih matang, lebih kuat, dan lebih kompetitif di level kontinental. Sebuah babak baru telah menanti, dan kisah epik ini baru saja dimulai.