Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Pelatih dan Pemain Rasakan Kesedihan Hingga Amarah

Genvoice.id | 11 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rasa kecewa yang mendalam menyelimuti skuad Timnas Indonesia usai kekalahan dramatis 0-1 dari Irak di laga pamungkas Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Laga yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB itu menjadi akhir dari perjalanan epik Garuda menuju panggung dunia.

Begitu peluit panjang dibunyikan wasit asal Tiongkok, Ma Ning, ekspresi para pemain dan staf pelatih langsung menggambarkan betapa hancurnya perasaan mereka. Mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya kandas tepat di garis akhir.

Pelatih Patrick Kluivert menjadi sosok yang paling mencolok dalam momen emosional tersebut. Dari tayangan televisi, terlihat jelas bagaimana pria asal Belanda itu meluapkan kekecewaannya dengan memukul bangku cadangan dua kali, seolah tak percaya bahwa perjuangan selama dua tahun harus berakhir tanpa hadiah utama.

Tak lama kemudian, ia terlihat mengelap wajahnya dengan handuk hingga matanya berkaca-kaca.

Di lapangan, suasana tak kalah menyayat hati. Thom Haye, gelandang andalan Indonesia yang kini memperkuat Persib Bandung, tak kuasa menahan tangis. Ia menangis keras sambil menutupi wajahnya dengan jersei merah yang masih basah oleh keringat perjuangan.

Di sisi lain, sang striker Ole Romeny hanya bisa terbaring diam di atas rumput, menatap kosong ke langit malam Jeddah.

Pemain Irak, Zidane Iqbal, bahkan sempat menghampiri Romeny untuk mencoba menenangkan sang striker yang patah hati.

Jay Idzes berusaha keras menenangkan rekan-rekannya, termasuk Ramadhan Sananta yang duduk lesu di pinggir lapangan. Namun, jelas terlihat bahwa duka kolektif sedang menyelimuti seluruh skuad.

Lebih dari sekadar pertandingan, laga ini menjadi simbol harapan dan kerja keras selama 731 hari yang tak berujung manis.

Kekalahan ini juga diwarnai kontroversi yang tak bisa diabaikan.

Wasit Ma Ning menuai sorotan tajam akibat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan Indonesia.

Pada menit-menit krusial menjelang laga berakhir, wasit asal Tiongkok itu memilih untuk tidak meninjau VAR dalam beberapa insiden penting yang seharusnya bisa memberikan keuntungan bagi Garuda.

Keputusan-keputusan tersebut semakin memperkecil peluang Indonesia untuk mencetak gol penyeimbang dan menyelamatkan mimpi mereka.

Meski hasil akhir menyakitkan, perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tetap akan dikenang sebagai salah satu babak paling emosional dan bersejarah dalam perjalanan sepak bola nasional.