Bukan Kecelakaan Biasa? Bocoran Otopsi Yu Menglong Picu Kecurigaan Kekerasan Fisik

Genvoice.id | 11 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kalian pasti ingat dengan berita kematian mendadak aktor Tiongkok, Yu Menglong (37), pada 11 September lalu yang dilaporkan karena jatuh dari gedung. Namun, dugaan "kecelakaan" ini sekarang berbalik 180 derajat setelah bocoran laporan otopsi beredar luas dan menggegerkan media sosial Tiongkok.

Hampir sebulan berlalu, kasus Kematian Yu Menglong kembali disorot setelah beredar luas bocoran otopsi yang mengindikasikan adanya kejanggalan serius.

Dokumen yang diklaim sebagai hasil otopsi dari Beijing Shengtang Forensic Appraisal Center itu mengungkapkan kejanggalan serius. Meskipun belum terverifikasi, detail luka yang tercantum di dalamnya sangat mencurigakan.

Dokumen forensik tersebut menyebutkan pola luka yang tidak biasa, termasuk dugaan adanya cedera akibat kekerasan fisik dan trauma ganda.

Publik kini menuntut transparansi dari pihak berwenang Tiongkok. Simak detail lengkap isi bocoran laporan otopsi yang menghebohkan tersebut!

Pola Luka yang Tak Lazim

Laporan forensik itu menyebutkan Yu Menglong mengalami cedera traumatik ganda dan trauma dada berat, termasuk pendarahan di rongga dada dan robekan pada hati. Ini memang bisa terjadi karena jatuh.

Namun, yang paling memicu kecurigaan adalah:

  • Luka Tarikan Keras: Adanya luka pada kulit kepala yang diduga akibat tarikan keras, serta darah di saluran telinga.
  • Kerusakan Wajah: Patah pada pangkal hidung dan hampir seluruh gigi depan bagian bawah tanggal. Luka di wajah dan kehilangan gigi ini dinilai ahli forensik tidak sesuai dengan cedera akibat murni jatuh dari ketinggian.
  • Kekerasan Seksual: Bagian paling kontroversial adalah dugaan adanya "bukti kekerasan seksual" dan "robekan pada organ genital", meski ahli forensik lain menekankan klaim ini butuh verifikasi DNA.

Pola luka seperti kehilangan gigi, luka di bibir, dan cedera organ dalam yang sensitif menguatkan dugaan bahwa Yu Menglong mungkin telah mengalami penyiksaan atau kekerasan fisik sebelum meninggal, bukan sekadar jatuh.

Publik Tuntut Transparansi

Kasus ini kini menjadi trending topic di Tiongkok. Publik menuntut pemerintah dan kepolisian merilis laporan otopsi lengkap dan hasil lab untuk menjamin transparansi penyelidikan.

Kekhawatiran ini mencerminkan perdebatan yang lebih luas mengenai independensi sistem forensik di Tiongkok yang dianggap terlalu tertutup dari pengawasan publik.

Kita tunggu saja respons resmi dari pihak berwenang atas bocoran dokumen yang mengarah pada dugaan kasus pembunuhan ini.