Dituduh Lakukan Penyerangan Khusus, Seungri Sebut Punya Bukti CCTV: Saya Tidak Mengayunkan Botol!
JAKARTA, GENVOICE.ID -Mantan anggota boyband K-pop BIGBANG, Seungri, secara tegas membantah tuduhan penyerangan khusus yang dialamatkan kepadanya baru-baru ini.
Dalam wawancara terbarunya, penyanyi bernama asli Lee Seung-hyun ini memberikan klarifikasi terkait kronologi insiden di sebuah restoran di kawasan Gangnam, Seoul.
Di tengah laporan polisi yang diajukan oleh seorang pria berinisial A, Seungri mengaku terkejut dan menegaskan telah mengamankan bukti rekaman CCTV serta riwayat pesan singkat untuk membuktikan bahwa dirinya tidak melakukan pengancaman maupun tindakan kekerasan.
1. Kronologi Pertemuan dan Bantahan Penyerangan
Seungri membeberkan dinamika pertemuannya dengan pelapor A saat mereka berada di lokasi kejadian:
-
Ajakan Bicara Bisnis: Insiden bermula ketika Seungri sedang makan malam bersama dua rekannya. Pria A yang duduk di meja terpisah mendatangi mereka secara berulang kali untuk mendiskusikan ide bisnis meski sempat ditolak.
-
Klarifikasi Soal Botol Minuman: Seungri membenarkan bahwa ia sempat mengambil botol minuman keras saat menolak kehadiran A. Namun, ia menegaskan hanya memegangnya tanpa ada niat mengayunkan atau mengancam.
-
Penyelesaian di Lokasi: Pada akhirnya, Seungri mengizinkan A bergabung di mejanya. Mereka bahkan minum bersama, bertukar nomor telepon, hingga A mengantarnya pulang dengan ramah.
2. Perubahan Sikap Pelapor dan Bukti Digital
Seungri mengaku bingung dengan tindakan A yang mendadak mengajukan laporan polisi:
-
Pesan Singkat Usai Kejadian: Beberapa jam setelah perjumpaan tersebut, A sempat mengirimkan pesan dan berjanji membawa proposal bisnis pada pekan berikutnya.
-
Sikap Responsif dan Laporan Polisi: Komunikasi terputus saat Seungri meminta dokumen proposal tersebut, hingga keesokan harinya A mengabarkan bakal membawa kasus ini ke jalur hukum.
-
Persiapan Bukti: Untuk menghadapi proses hukum, Seungri telah mengumpulkan bukti riwayat percakapan teks dan rekaman CCTV dari restoran guna membuktikan kebenarannya.
3. Proses Penyelidikan Polisi dan Rekam Jejak Hukum
Kasus ini menambah daftar panjang dinamika hukum yang melibatkan mantan idola K-pop tersebut:
-
Laporan di Polisi Gangnam: Pria berusia 30-an resmi melaporkan Seungri ke Kantor Polisi Gangnam pada 25 Agustus atas tuduhan penyerangan khusus. Polisi mengonfirmasi belum memeriksa pelapor dan akan menyusun jadwal penyelidikan.
-
Rekam Jejak Kasus: Seungri sebelumnya mengumumkan keluar dari grup BIGBANG pada Maret 2019 buntut skandal klub Burning Sun. Ia sempat menjalani hukuman penjara satu tahun enam bulan atas sembilan dakwaan sebelum akhirnya dibebaskan pada Februari 2023.
Pernyataan resmi dan bukti digital yang disiapkan Seungri diharapkan dapat membuat titik terang pada dugaan kasus penyerangan ini. Pihak kepolisian Gangnam dipastikan akan memanggil para pihak terkait serta memeriksa rekaman CCTV untuk memverifikasi kebenaran laporan sebelum menentukan status hukum selanjutnya.