Masalah Kamera Tak Kunjung Usai, Ford Tarik Kembali Hampir 2 Juta Kendaraan di Seluruh Dunia

Genvoice.id | 11 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Krisis sistem kamera belakang kembali menghantui Ford Motor Company, setelah produsen otomotif asal Amerika Serikat ini menarik kembali hampir 2 juta unit kendaraan secara global karena kerusakan kamera pandangan belakang. Masalah ini diyakini meningkatkan risiko kecelakaan karena gangguan visual bagi pengemudi saat kendaraan dimundurkan.

Menurut Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), kamera spion yang bermasalah dapat menampilkan gambar terbalik, buram, hingga tidak muncul sama sekali di layar dasbor, padahal fitur ini menjadi komponen penting keselamatan saat parkir atau mundur.

Penarikan ini bukan insiden pertama. Sejak 2020, Ford telah mencatat beberapa gelombang penarikan kendaraan karena masalah yang sama. Bahkan, pada April lalu, perusahaan telah menarik 166.000 kendaraan, dan pada 2020, lebih dari 620.000 unit juga ditarik untuk masalah serupa.

Kali ini, 1,9 juta unit terdampak secara global, termasuk model populer seperti:

  • Mustang

  • Lincoln MKC dan Navigator

  • F-Series (F-250, F-350, F-450, F-550)

  • Edge, Expedition, Ranger, Transit, Transit Connect, dan Econoline

Model-model ini merupakan keluaran tahun 2019, dan mencakup pasar Amerika Serikat, Kanada, serta beberapa negara lain.

Ford telah menerima lebih dari 44.000 klaim garansi global yang terkait dengan kegagalan kamera, dan tercatat 18 insiden kecelakaan. Meski demikian, tidak ada laporan cedera yang dikaitkan langsung dengan masalah tersebut.

Magna International, pemasok suku cadang dari Kanada, disebut sebagai produsen kamera bermasalah tersebut. Magna juga telah menarik kembali lebih dari 250.000 unit kamera yang dipasang di kendaraan Ford dan Stellantis.

Ford menyatakan bahwa pemilik kendaraan akan menerima surat pemberitahuan keselamatan paling lambat 22 September 2025, dan akan mendapat surat lanjutan setelah solusi penggantian tersedia.

Pelanggan diminta untuk membawa mobil mereka ke dealer resmi Ford guna pemeriksaan dan penggantian kamera secara gratis.

Masalah ini bukan hanya merusak reputasi teknis Ford, tapi juga berdampak hukum. Pada November lalu, Ford dihukum denda sebesar USD 165 juta oleh NHTSA karena terlambat menarik kendaraan bermasalah. Investigasi terhadap perusahaan bahkan telah dimulai sejak Agustus 2021, memperlihatkan ketegangan antara produsen mobil dan regulator keselamatan jalan di AS.

Penarikan besar-besaran ini kembali mengangkat pertanyaan seputar kualitas kontrol Ford, khususnya dalam sistem keselamatan digital. Di tengah persaingan otomotif yang semakin mengandalkan teknologi sensor dan kamera, kegagalan pada fitur vital seperti kamera belakang bisa berdampak serius pada kepercayaan publik dan loyalitas merek.

Dengan meningkatnya regulasi keselamatan dan ekspektasi konsumen terhadap fitur bantuan berkendara, Ford kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa mereka dapat menjamin keandalan teknologi dalam kendaraan mereka.