Awal Mula Demo Nepal hingga Mengakibatkan Korban Jiwa, Korupsi dan Pemblokiran Media Sosial Jadi Pemicu Utama!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kerusuhan besar melanda Nepal! Gelombang protes dari Gen Z memuncak menjadi tragedi berdarah yang mengguncang dunia. Semua berawal dari kebijakan pemblokiran media sosial yang diterapkan pemerintah.
Kemarahan rakyat yang sudah lama terpendam akibat korupsi dan minimnya peluang ekonomi akhirnya meledak, berujung pada bentrokan yang menewaskan puluhan orang dan memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur dari jabatannya.
Kronologi Demo Nepal yang Berawal dari Media Sosial
Semua ini bermula dari kebijakan pemerintah Nepal yang bikin kesal banyak orang. Sejak 5 September 2025, pemerintah memblokir semua media sosial populer, mulai dari Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, sampai X (Twitter).
Alasannya sih untuk mencegah hoaks dan ujaran kebencian, sekaligus untuk memaksa perusahaan teknologi asing daftar resmi di sana.
Tapi, keputusan ini justru jadi bensin bagi kemarahan rakyat. Apalagi, sudah puluhan tahun rakyat Nepal muak dengan korupsi yang sudah mendarah daging di kalangan pejabat.
Ditambah lagi, peluang ekonomi yang minim bikin anak-anak muda makin frustrasi. Mereka merasa pemerintah gagal total memberantas korupsi dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
Puncak Kerusuhan dan Tragedi Berdarah
Puncaknya terjadi pada Senin (8/9/2025). Kerusuhan pecah saat para demonstran mencoba menerobos barikade kawat berduri di dekat kompleks parlemen di Kathmandu. Polisi langsung merespons dengan menembakkan gas air mata, meriam air, peluru karet, bahkan peluru tajam!
"Polisi menembak tanpa pandang bulu," kata salah satu pengunjuk rasa.
Tragedi ini menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 400 orang. Korban luka juga berjatuhan dari pihak aparat keamanan. Massa yang mayoritas terdiri dari mahasiswa dan pelajar nggak cuma teriak-teriak. Mereka juga membakar beberapa gedung pemerintah, termasuk rumah Perdana Menteri KP Sharma Oli yang ludes dilalap api.
Imbas Demo Nepal: Perdana Menteri Mundur
Kekerasan yang makin meluas ini juga berdampak ke layanan publik. Bandara internasional di Kathmandu sampai ditutup sementara. Namun, perjuangan para demonstran nggak sia-sia. Setelah kerusuhan memanas, Perdana Menteri KP Sharma Oli akhirnya menyatakan mundur dari jabatannya pada Selasa (9/9/2025).
Mundurnya Perdana Menteri ini jadi bukti kalau suara Gen Z Nepal yang berani turun ke jalan akhirnya didengar. Demo ini bukan cuma soal protes, tapi juga soal tuntutan keadilan dan perubahan.