Bukan Cuma Dokter, Ini Profesi yang Paling Dipercaya Masyarakat Indonesia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Setiap profesi tentu memiliki peran penting di tengah masyarakat, tetapi tingkat kepercayaan publik terhadap masing-masing pekerjaan ternyata berbeda-beda. Survei Ipsos Global Trustworthiness Index mengungkap profesi yang paling dipercaya hingga yang paling diragukan oleh masyarakat Indonesia.
Survei yang dilakukan pada 2024 tersebut menunjukkan bahwa profesi guru menempati posisi teratas sebagai pekerjaan yang paling dipercaya masyarakat. Sementara itu, politisi justru berada di posisi paling bawah dengan tingkat ketidakpercayaan publik yang cukup tinggi.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 74 persen responden di Indonesia mengaku percaya terhadap profesi guru. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan profesi lainnya, sedangkan tingkat ketidakpercayaan terhadap guru hanya mencapai 7 persen.
Dokter berada sangat dekat dengan posisi guru dengan tingkat kepercayaan sebesar 73 persen. Profesi ini juga memiliki tingkat ketidakpercayaan yang rendah, yakni hanya 7 persen.
Selain guru dan dokter, sejumlah profesi lain juga mendapatkan tingkat kepercayaan cukup tinggi dari masyarakat. Ilmuwan, pemuka agama, hingga pegawai restoran masuk dalam daftar profesi yang relatif dipercaya oleh warga Indonesia.
Daftar Profesi yang Paling Dipercaya Masyarakat Indonesia
Berikut daftar profesi berdasarkan tingkat kepercayaan masyarakat dalam survei Ipsos 2024:
- Guru - 74 persen percaya, 7 persen tidak percaya
- Dokter - 73 persen percaya, 7 persen tidak percaya
- Ilmuwan - 70 persen percaya, 7 persen tidak percaya
- Pemuka agama - 66 persen percaya, 9 persen tidak percaya
- Pegawai restoran - 57 persen percaya, 11 persen tidak percaya
- Tentara - 56 persen percaya, 15 persen tidak percaya
- Orang biasa - 55 persen percaya, 9 persen tidak percaya
- Pegawai bank - 52 persen percaya, 12 persen tidak percaya
- Jurnalis - 51 persen percaya, 15 persen tidak percaya
- Penyelenggara survei - 48 persen percaya, 13 persen tidak percaya
- Pengemudi taksi - 48 persen percaya, 11 persen tidak percaya
- Pembawa berita TV - 48 persen percaya, 14 persen tidak percaya
- Pimpinan perusahaan - 43 persen percaya, 17 persen tidak percaya
- Hakim - 42 persen percaya, 23 persen tidak percaya
- Pengacara - 37 persen percaya, 24 persen tidak percaya
- Petugas pemasaran - 35 persen percaya, 18 persen tidak percaya
- Pegawai pemerintahan - 33 persen percaya, 24 persen tidak percaya
- Influencer media sosial - 32 persen percaya, 25 persen tidak percaya
- Polisi - 28 persen percaya, 41 persen tidak percaya
- Pejabat dan menteri - 25 persen percaya, 41 persen tidak percaya
- Politisi - 25 persen percaya, 45 persen tidak percaya
Guru Jadi Profesi Paling Dipercaya
Hasil survei memperlihatkan posisi guru masih sangat kuat di mata masyarakat Indonesia. Dengan tingkat kepercayaan mencapai 74 persen, guru menjadi profesi yang memperoleh penilaian positif paling tinggi dalam daftar tersebut.
Tingginya kepercayaan terhadap guru tidak lepas dari peran mereka dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Guru dinilai memiliki peran penting dalam mendampingi proses belajar sekaligus membentuk pengetahuan dan karakter generasi muda.
Dokter juga menjadi salah satu profesi yang mendapatkan kepercayaan tinggi. Selisih tingkat kepercayaan antara guru dan dokter hanya satu persen, sehingga keduanya menjadi dua profesi dengan posisi teratas dalam survei.
Politisi Jadi Profesi dengan Ketidakpercayaan Tertinggi
Di sisi lain, profesi politisi justru berada di posisi paling rendah dalam daftar kepercayaan. Hanya 25 persen responden yang menyatakan percaya kepada politisi, sementara 45 persen mengaku tidak percaya.
Angka tersebut menjadi tingkat ketidakpercayaan tertinggi dibandingkan seluruh profesi yang masuk dalam survei. Posisi politisi bahkan berada di bawah pejabat dan menteri yang memiliki tingkat kepercayaan sama-sama 25 persen, tetapi tingkat ketidakpercayaannya berada di angka 41 persen.
Polisi juga masuk dalam kelompok profesi dengan tingkat ketidakpercayaan cukup tinggi. Berdasarkan survei, tingkat kepercayaan terhadap polisi berada di angka 28 persen, sedangkan 41 persen responden menyatakan tidak percaya.
Influencer Masih di Bawah Pegawai Pemerintahan
Profesi yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni influencer media sosial, ternyata belum masuk jajaran profesi dengan tingkat kepercayaan tinggi. Influencer mendapatkan kepercayaan sebesar 32 persen dan ketidakpercayaan sebesar 25 persen.
Angka tersebut menempatkan influencer di bawah pegawai pemerintahan yang memperoleh tingkat kepercayaan 33 persen. Meski begitu, tingkat ketidakpercayaan terhadap influencer masih lebih rendah dibandingkan polisi, pejabat, menteri, maupun politisi.
Survei ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap sebuah profesi dapat berbeda cukup jauh. Guru, dokter, dan ilmuwan berada di jajaran teratas, sedangkan profesi yang berkaitan dengan politik dan kekuasaan justru mendapat tingkat kepercayaan yang lebih rendah.
Hasil survei Ipsos tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai bagaimana masyarakat Indonesia memandang berbagai profesi. Guru menjadi profesi yang paling dipercaya, sementara politisi tercatat sebagai profesi dengan tingkat ketidakpercayaan paling tinggi.