GPT-5 Resmi Meluncur: OpenAI Tabrak Harga Pasar, Siap Mulai Perang Besar di Dunia AI
JAKARTA, GENVOICE.ID - OpenAI kembali mengguncang industri teknologi untuk kedua kalinya hanya dalam waktu seminggu.
Setelah merilis dua model open source secara gratis, perusahaan pimpinan Sam Altman itu meluncurkan GPT-5, model AI teranyar yang langsung dijuluki sebagai "model terbaik di dunia."
Dilansir dari Tech Crunch, meski pernyataan itu mungkin terdengar seperti promosi hiperbolik, laporan dari TechCrunch menyebut bahwa GPT-5 memang menunjukkan performa sangat kuat di berbagai tolok ukur, khususnya dalam tugas-tugas pengkodean, meski hanya unggul tipis dari pesaing seperti Claude dari Anthropic, Gemini dari Google DeepMind, dan model dari xAI. Di beberapa metrik lainnya, GPT-5 justru masih sedikit tertinggal.
Namun daya ledak utama GPT-5 tidak hanya terletak pada performanya, melainkan pada harga yang ditawarkan. OpenAI memperkenalkan struktur harga baru yang sangat agresif: hanya 1,25 dolar AS untuk setiap satu juta token input dan 10 dolar AS untuk outputnya, dengan opsi cached input sebesar 0,125 dolar AS per satu juta token.
Ini adalah tarif yang langsung menekan harga pasar. Sebagai perbandingan, model Claude Opus 4.1 dari Anthropic dibanderol mulai dari 15 dolar AS untuk input dan 75 dolar AS untuk output dengan skema diskon tambahan hanya untuk pengguna besar dan sistem batch. Google melalui Gemini 2.5 Pro juga punya harga dasar yang serupa, namun pengguna berat akan menghadapi lonjakan harga setelah melampaui ambang batas pemrosesan prompt.
Sejumlah pengembang yang sudah menguji GPT-5 memuji struktur harganya sebagai "pembunuh harga" yang bisa mengubah lanskap industri. CEO OthersideAI, Matt Shumer, menyebut GPT-5 lebih murah dari GPT-4o, model OpenAI sebelumnya yang sudah dianggap efisien secara biaya.
Simon Willison, pengembang yang ditampilkan dalam peluncuran resmi OpenAI, juga menyebut harga GPT-5 sebagai "sangat kompetitif" dibandingkan semua model lain di kelasnya. Tak heran, platform coding assistant seperti Cursor langsung menambahkan opsi GPT-5 hanya beberapa menit setelah peluncuran, menyadari potensi dampaknya terhadap pasar developer.
Langkah OpenAI ini tidak hanya sekadar strategi bisnis biasa, melainkan manuver besar yang bisa memicu perang harga di ranah model bahasa besar (LLM). Akankah Anthropic merespons dengan menurunkan harga Claude? Mampukah Google kembali memainkan kartu kompetitifnya? Atau akankah Amazon dan Meta mengejar dengan sumber daya infrastruktur masif mereka? Perlu dicatat bahwa OpenAI sendiri sedang membakar dana besar, termasuk kontrak 30 miliar dolar AS per tahun dengan Oracle untuk kapasitas infrastruktur. Sementara itu, Meta berencana menggelontorkan hingga 72 miliar dolar AS dan Google (Alphabet) bahkan menganggarkan 85 miliar dolar AS untuk kebutuhan AI tahun 2025.
Dengan biaya infrastruktur setinggi itu, banyak pihak awalnya pesimistis bahwa harga model akan turun dalam waktu dekat. Namun minggu ini, OpenAI justru meluncurkan dua kejutan besar sekaligus: dua model open source gratis, dan GPT-5 dengan tarif yang sangat kompetitif. Ini adalah sinyal kuat bahwa pertarungan harga di dunia AI bukan sekadar mungkin, tapi sedang dimulai.