Banding Ditolak CAS, Crystal Palace Turun ke Liga Conference
JAKARTA, GENVOICE.ID -Drama Crystal Palace di kompetisi Eropa musim ini berakhir pahit. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi menolak banding mereka terkait keputusan UEFA yang menurunkan klub tersebut dari Liga Europa ke Liga Conference. Semua berawal dari konflik kepemilikan. Eagle Football Group, yang saat itu mayoritas sahamnya menguasai Olympique Lyonnais, dipimpin oleh John Textor, orang yang juga memiliki saham mayoritas di Crystal Palace.
UEFA menilai situasi ini melanggar aturan integritas kompetisi karena dua klub yang dimiliki oleh pihak yang sama tak boleh bermain di turnamen Eropa yang sama.
CAS dalam pernyataannya mengatakan, "Panel menemukan bahwa John Textor memiliki saham di Crystal Palace dan Olympique Lyonnais serta memegang pengaruh signifikan di kedua klub pada saat penilaian UEFA dilakukan."
Efek Domino di Liga Inggris
Keputusan ini otomatis menguntungkan Nottingham Forest. Tim yang finis di peringkat ketujuh Liga Inggris musim lalu itu langsung naik kelas menggantikan Palace di Liga Europa. Palace sendiri, yang lolos lewat jalur juara Piala FA, kini harus puas bermain di babak playoff kualifikasi Liga Conference akhir bulan ini.
Upaya Banding yang Terlambat
Ironisnya, banding ini diajukan hanya beberapa hari sebelum Robert Wood "Woody" Johnson, salah satu pemilik New York Jets, menuntaskan pembelian saham Eagle Football Holdings di Palace. Textor pun mundur dari dewan direksi Lyon, digantikan Michele Kang. Namun, langkah ini dinilai UEFA terlalu telat untuk mengubah keputusan.
Lyon Tetap Lolos
Sementara Palace harus turun kasta, Olympique Lyonnais aman di Liga Europa. UEFA memilih mempertahankan Lyon karena mereka finis lebih tinggi di liga domestik peringkat enam Ligue 1, dibanding Palace yang hanya di urutan ke-12 Premier League.
Lyon pun langsung menyambut positif putusan CAS. "Kami menyambut baik keputusan ini yang memastikan tempat kami di Liga Europa," tulis klub dalam pernyataan resminya.
Fokus Baru Palace
Meski kecewa, Palace tak punya banyak waktu untuk meratapi keputusan ini. Tim asuhan Oliver Glasner itu baru saja meraih Community Shield setelah mengalahkan Liverpool lewat adu penalti, dan kini harus mempersiapkan diri untuk bersaing di kasta ketiga kompetisi Eropa.